๐ CINTAILAH IA DENGAN ITTIBA’…
✍ Ustadz Aan Chandra Thalib ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
Rasulullah..
Kelahirannya berarti kelahiran sunnah dan risalahnya.
Sehingga kapan saja engkau mengamalkan sunnahnya, saat itulah engkau merayakan kelahirannya.
Namun bila engkau meninggalkannya apalagi merendahkannya, maka cintamu takkan berarti, meski kau larut dalam bait pujian di malam kelahirannya.
Cintailah ia dengan ittiba…
Ingatlah dia bersama jenggot yang engkau biarkan tumbuh..
Bersama pakaian yang tak kau biarkan menjulur melewati mata kaki..
Dalam shalawat yang terucap setiap kali namanya disebut.
Dalam senyum tulus untuk saudaramu saat bertemu.
Bersama ayunan langkah menuju masjid untuk sholat berjamaah.
Disaat menaiki kendaraan dengan do’a yang pernah dia ajarkan dulu..
Cintailah ia seperti yang dia inginkan..
Dengan sunnah yang diajarkannya bukan dengan bid’ah yang dicelanya.
Saya pernah mendengar sebuah ungkapan indah tentang konsekuensi cinta.
َْูู َูุงَู ุญُุจَُّู ุตَุงุฏِูุงً َูุฃَุทَุนْุชَُูู ุฅَِّู ุงูู
ُุญِุจَّ ِูู
َْู ุฃَุญَุจَّ ู
ُุทِْููุนُ
_“Bila cintamu tulus murni (kepadanya), niscaya engkau akan mentaatinya._
_Karena sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh terhadap orang yang dicintainya.”_
Sekali lagi…
Cintailah dia dengan ittiba’..
Sebagaimana firman Allah:
*_“Katakanlah (hai Muhฤmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allรขh maka ikutilah aku (nabi muhammad sholAllahu ‘alaihi wa sallam ), niscaya Allah akan mencintai kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Mฤhapengampun lagi Maha Penyayang.”_* (QS. Al-‘Imrรขn: 31)
_Allahumma sholli ala Muhammad wa ala aali Muhammad._
____
๐ Madinah 08-03-1437 H
ACT El Gharantaly
๐ Sumber: BBG Al-ilmuCom
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
๐ฎCHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
๐ https://t.me/MuliaDenganSunnah
๐ https://t.me/RisalahSunnah
๐ฐ Android app : https://goo.gl/ozGo2Q
๐ Website : https://asysyamil.com
๐ ️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
๐ฑ WA : 081381173870 Admin
Sabtu, 25 November 2017
AHLUS SUNNAH TIDAK AKAN BERSATU
AHLUS SUNNAH TIDAK AKAN BERSATU DENGAN ORANG YANG MENYELISIHI ATAU MENGGEMBOSI MEREKA
(➊) ❱ Asy-Syaikh Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiry hafizhahullah berkata:
ูููู ุนููู ุงูุณูุงู : (ูุง ูุถุฑูู ู ู ุฎุงูููู ุฃู ุฎุฐููู ) ูุชุถู ู ุงูุฃู ุฑ ููุณูู ุฃู ูุชู ูุฒ ุนู ุฃุตุญุงุจ ูุฐูู ุงูู ุณูููู (ุงูู ุฎุงูู ูุงูู ู ูุน)، ูุฃูู ูุณุชุญูู ุงุฌุชู ุงุนู ู ุนูู ุง!
■ Sabda Rasulullah -๏ทบ-,
“Tidak akan merugikan mereka (Ahlus Sunnah) siapa saja yang menyelisihi mereka atau yang tidak mau menolong mereka.”
※ Ini mengandung perintah bagi seorang yang berpegang teguh dengan as-Sunnah agar dia membedakan dirinya dari orang-orang yang mengikuti dua jalan ini,
▸ yaitu orang yang menyelisihi
▸ dan orang yang lembek,
[▴] dan tidak mungkin dia akan berkumpul dengan kedua jenis tersebut.
* * *
๐BERKELOMPOK UNTUK MENEBARKAN AL-HAQ ADALAH KEMULIAAN
(➋) ❱ Al-Imam Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata,
ุงูุชุญุฒุจ ููุญู ููุดุฑู ูุชูุฏูู ุงูููุณ ูุงูู ุงู ู ู ุฃุฌูู؛ ูุฐุง ุดุฑู. ูุงูุขู ูู ุง ูุฑูู ุงูุณููููู ู ุชุฌู ุนูู ููุชุนุงูููู ุนูู ุงูุจุฑ ูุงูุชููู ูู ุง ุฃู ุฑ ุงููู ูููููู: ุงูุธุฑูุง ูุคูุงุก ู ุชุญุฒุจูู! ูุฐุง ุชู ููุน ูููุงู ูุงุฑุบ. ุงูุชุญุฒุจ ุฅู ุง ูุจุงุทู ููู ุญุฒุจ ุงูุดูุทุงู، ูุฅู ุง ูุญู ููู ุญุฒุจ ุงูุฑุญู ู.
■ “Berkelompok di atas al-haq, menebarkan al-haq, berkorban dengan jiwa dan harta demi al-haq, ini adalah kemuliaan.
※ Sekarang, ketika melihat Salafiyyin bersatu padu, saling menolong di atas kebajikan dan takwa sesuai dengan perintah Allah, mereka bergegas menuduh, “Lihatlah mereka ini, sekarang berkelompok sendiri!” Ucapan ini adalah penggembosan dan omong kosong.
✘ Berkelompok itu bisa jadi di atas kebatilan, dan ini adalah Hizbu Syaitan;
✔️ bisa jadi juga di atas al-haq, dan mereka inilah Hizbu ar-Rahman.”
๐[Al-Majmu' (14/474)]
* * *
๐BERGAUL DENGAN AHLUS SUNNAH MENGHIDUPKAN HATI DAN MELAPANGKAN DADA
(➌) ❱ Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah berkata:
ูู ุง ูุญูู ููุจู ูููุดุฑุญ ุตุฏุฑู ุฅูุง ุฅุฐุง ููุช ุจูู ุฃูู ุงูุณูุฉ.
■ “Hatiku tidaklah terasa hidup dan dadaku tidaklah terasa lapang, kecuali jika aku berada di tengah-tengah Ahlus Sunnah.”
๐[Ijabatus Sail, hlm. 530]
Url: http://www.alfawaaid.net/2017/11/ahlus-sunnah-tidak-akan-bersatu-dengan.html
๐ฎ••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
// Sumber:
(➊) @ForumSalafy // Dari: https://goo.gl/FS5Y7J
(➋) @ForumSalafy // Dari: https://t.me/ImamRabee/106
(➌) @ForumSalafy // Dari: https://goo.gl/VRvwcJ
➥ #Manhaj #Ahlussunnah #tidak_akan_bersatu #para_Pengembos
(➊) ❱ Asy-Syaikh Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiry hafizhahullah berkata:
ูููู ุนููู ุงูุณูุงู : (ูุง ูุถุฑูู ู ู ุฎุงูููู ุฃู ุฎุฐููู ) ูุชุถู ู ุงูุฃู ุฑ ููุณูู ุฃู ูุชู ูุฒ ุนู ุฃุตุญุงุจ ูุฐูู ุงูู ุณูููู (ุงูู ุฎุงูู ูุงูู ู ูุน)، ูุฃูู ูุณุชุญูู ุงุฌุชู ุงุนู ู ุนูู ุง!
■ Sabda Rasulullah -๏ทบ-,
“Tidak akan merugikan mereka (Ahlus Sunnah) siapa saja yang menyelisihi mereka atau yang tidak mau menolong mereka.”
※ Ini mengandung perintah bagi seorang yang berpegang teguh dengan as-Sunnah agar dia membedakan dirinya dari orang-orang yang mengikuti dua jalan ini,
▸ yaitu orang yang menyelisihi
▸ dan orang yang lembek,
[▴] dan tidak mungkin dia akan berkumpul dengan kedua jenis tersebut.
* * *
๐BERKELOMPOK UNTUK MENEBARKAN AL-HAQ ADALAH KEMULIAAN
(➋) ❱ Al-Imam Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata,
ุงูุชุญุฒุจ ููุญู ููุดุฑู ูุชูุฏูู ุงูููุณ ูุงูู ุงู ู ู ุฃุฌูู؛ ูุฐุง ุดุฑู. ูุงูุขู ูู ุง ูุฑูู ุงูุณููููู ู ุชุฌู ุนูู ููุชุนุงูููู ุนูู ุงูุจุฑ ูุงูุชููู ูู ุง ุฃู ุฑ ุงููู ูููููู: ุงูุธุฑูุง ูุคูุงุก ู ุชุญุฒุจูู! ูุฐุง ุชู ููุน ูููุงู ูุงุฑุบ. ุงูุชุญุฒุจ ุฅู ุง ูุจุงุทู ููู ุญุฒุจ ุงูุดูุทุงู، ูุฅู ุง ูุญู ููู ุญุฒุจ ุงูุฑุญู ู.
■ “Berkelompok di atas al-haq, menebarkan al-haq, berkorban dengan jiwa dan harta demi al-haq, ini adalah kemuliaan.
※ Sekarang, ketika melihat Salafiyyin bersatu padu, saling menolong di atas kebajikan dan takwa sesuai dengan perintah Allah, mereka bergegas menuduh, “Lihatlah mereka ini, sekarang berkelompok sendiri!” Ucapan ini adalah penggembosan dan omong kosong.
✘ Berkelompok itu bisa jadi di atas kebatilan, dan ini adalah Hizbu Syaitan;
✔️ bisa jadi juga di atas al-haq, dan mereka inilah Hizbu ar-Rahman.”
๐[Al-Majmu' (14/474)]
* * *
๐BERGAUL DENGAN AHLUS SUNNAH MENGHIDUPKAN HATI DAN MELAPANGKAN DADA
(➌) ❱ Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah berkata:
ูู ุง ูุญูู ููุจู ูููุดุฑุญ ุตุฏุฑู ุฅูุง ุฅุฐุง ููุช ุจูู ุฃูู ุงูุณูุฉ.
■ “Hatiku tidaklah terasa hidup dan dadaku tidaklah terasa lapang, kecuali jika aku berada di tengah-tengah Ahlus Sunnah.”
๐[Ijabatus Sail, hlm. 530]
Url: http://www.alfawaaid.net/2017/11/ahlus-sunnah-tidak-akan-bersatu-dengan.html
๐ฎ••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
// Sumber:
(➊) @ForumSalafy // Dari: https://goo.gl/FS5Y7J
(➋) @ForumSalafy // Dari: https://t.me/ImamRabee/106
(➌) @ForumSalafy // Dari: https://goo.gl/VRvwcJ
➥ #Manhaj #Ahlussunnah #tidak_akan_bersatu #para_Pengembos
Jumat, 24 November 2017
JENGGOT
๐ JENGGOT
๐ Lembaga Penyiaran Britania Menyiarkan Sebuah Pengakuan Seputar Kajian Ilmiah Yang Telah Disebarkan Di Dalam Majalah
"Journal of Hospital Infection"
๐ dan sungguh telah datang di dalam sebuah pengakuan bahwa sekelompok dari para peneliti amerika mengambil 408 orang dari wajah-wajah lelaki yang berjenggot dan lelaki yang tidak berjenggot yang bekerja di rumah sakit.
Sungguh tercengang kelompok penelitian ini ketika didapati bahwa orang-orang yang mencukur jenggot membawa tiga kali lipat apa yang dibawa oleh orang-orang yang berjenggot dari bakteri yang menyebabkan infeksi (penularan) di dalam rumah sakit.
Dan terlebih bakteri yang menyebabkan banyaknya penyakit lambung, dan menjangkiti banyaknya anti bodi (imunitas). Dan para peneliti tersebut menyebutkan dua penafsiran yang ada kemungkinan bagi hasil penelitian mereka:
Pertama:
Bahwa mencukur jenggot dapat menghilangkan lapisan tipis kulit dari apa-apa yang dapat membawa kepada mensupport penguasaan bakteri terhadap pertumbuhannya dan menjadi semakin banyak.
Kedua:
Bahwa jenggot secara tabiat dapat melawan bakteri. Kemudian mereka membuat keraguan di dalam perkara ini ketika mereka menyebutkan bahwa mereka mengambil sembarang beberapa helai jenggot dan mengirimnya kepada Dr. Adam Robert di Universitas London, dan ia mampu menumbuhkan lebih dari seratus jenis bakteri di dalam beberapa helai jenggot.
Dan sungguh menjadi jelas dari penelitian ilmiah ini bahwa jenggot itu tidaklah kotor sebagaimana yang didengungkan oleh para pencela orang berjenggot, bahkan sebaliknyalah yang benar, dimana semakin banyak kuman lambung terhadap wajah orang-orang yang mencukur jenggot. Maka hendaklah berhati-hati orang yang mencium mereka.
Alhamdulillah di atas nikmat islam dan sunnah yang penukilan (nas) yang shahih saling berkesesuaian bersama akal yang sehat di dalam keduanya.
Dan Maha Benar Allah tatkala Dia berfirman:
ุณูุฑููู ุขูุงุชูุง ูู ุงูุขูุงู ููู ุฃููุณูู ุญุชู ูุชุจูู ููู ุฃูู ุงูุญู. ุฃููู ููู ุจุฑุจู ุฃูู ุนูู ูู ุดูุฆ ุดููุฏ
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat kami di penjuru bumi dan di dalam diri-diri mereka hingga menjadi jelas bagi mereka bahwa Dia (Allah) Maha Saksi atas segala sesuatu."
ูุงููู ุฃุนูู
๐ถsumber: http://www.bbc.com/news/magazine-35350886
ุงููุญูุฉ
ูุดุฑุช ููุฆุฉ ุงูุฅุฐุงุนุฉ ุงูุจุฑูุทุงููุฉ ุชูุฑูุฑุง ุญูู ุฏุฑุงุณุฉ ุนูู ูุฉ ُูุดุฑุช ูู ู ุฌูุฉ ุนุฏูู ุงูู ุณุชุดููุงุช "Journal of Hospital Infection
ููุฏ ูุฑุฏ ูู ุงูุชูุฑูุฑ ุฃู ูุฑููุง ู ู ุงูุจุงุญุซูู ุงูุฃู ุฑููููู، ุฃุฎุฐ ูคู ูจ ุนููุงุช ู ู ูุฌูู ุฑุฌุงู ู ูุชุญูู ูุฑุฌุงู ุบูุฑ ู ูุชุญูู ูุนู ููู ูู ุงูู ุณุชุดููุงุช.
ููุฏ ุฐُูู ูุฑูู ุงูุจุญุซ ุญูู ูุฌุฏ ุฃู ุญูููู ุงููุญู ูุญู ููู ุซูุงุซุฉ ุฃุถุนุงู ู ุง ูุญู ูู ุงูู ูุชุญูู ู ู ุงูุจูุชุฑูุง ุงูู ุณุจุจุฉ ููุนุฏูู ูู ุงูู ุณุชุดููุงุช.
ููุง ุณูู ุง ุจูุชุฑูุง ุชุณุจุจ ูุซูุฑุงً ู ู ุงูุฃู ุฑุงุถ ุงูู ุนุฏูุฉ، ูุชุณุชุนุตู ุนูู ูุซูุฑ ู ู ุงูู ุถุงุฏุงุช ุงูุญูููุฉ. ูุฃูุฑุฏ ุงูุจุงุญุซูู ุชูุณูุฑูู ู ุญุชู ููู ููุชุงุฆุฌูู :
ุงูุฃูู: ุฃู ุญูู ุงููุญูุฉ ูุฒูู ุทุจูุฉ ุฑูููุฉ ู ู ุงูุฌูุฏ ู ู ุง ูุคุฏู ุฅูู ุชุดุฌูุน ู ุณุชุนู ุฑุงุช ุงูุจูุชุฑูุง ุนูู ุงููู ู ูุงูุชูุงุซุฑ.
ุงูุซุงูู: ุฃู ุงููุญูุฉ ุจุทุจูุนุชูุง ุชูุงูู ุงูุจูุชุฑูุง. ุซู ุดูููุง ูู ูุฐุง ุญูู ุฐูุฑูุง ุฃููู ุฃุฎุฐูุง ุนููุงุช ุนุดูุงุฆูุฉ ู ู ุงููุญู ูุฃุฑุณูููุง ุฅูู ุฏ. ุขุฏู ุฑูุจุฑุช ูู ุฌุงู ุนุฉ ูููุฉ ููุฏู، ูุชู ูู ู ู ุงุณุชูุจุงุช ู ุง ูุฒูุฏ ุนูู ู ุงุฆุฉ ููุน ู ู ุงูุจูุชุฑูุง ูู ุนููุงุช ุงููุญู.
ููุฏ ุชุจูู ู ู ูุฐุง ุงูุจุญุซ ุงูุนูู ู ุฃู ุงููุญู ููุณุช ูุณุฎุฉ ูู ุง ูุฑุฏุฏ ุดุงุชู ู ุงูู ูุชุญูู، ูุฃู ุงูุนูุณ ูู ุงูุตุญูุญ، ุญูุซ ุชุชูุงุซุฑ ุงูุฌุฑุงุซูู ุงูู ุนุฏูุฉ ุนูู ูุฌูู ุญุงููู ุงููุญู. ูููุญุฐุฑ ุงูุฐูู َُููุจِّููููู (:
. ูุงูุญู ุฏ ููู ุนูู ูุนู ุฉ ุงูุฅุณูุงู ูุงูุณูุฉ ุงููุฐุงู ูุชูุงูู ูููู ุง ุตุญูุญ ุงูู ูููู ู ุน ุตุฑูุญ ุงูู ุนููู.
ูุตุฏู ุงููู ุฅุฐ ูููู "ุณَُูุฑِِููู ْ ุขَูุงุชَِูุง ِูู ุงْูุขَูุงِู َِููู ุฃَُููุณِِูู ْ ุญَุชَّٰู َูุชَุจَََّูู َُููู ْ ุฃََُّูู ุงْูุญَُّู ۗ ุฃَََููู ْ َِْููู ุจِุฑَุจَِّู ุฃََُّูู ุนََٰูู ُِّูู ุดَْูุกٍ ุดَِููุฏ".
ูุงููู ุฃุนูู
______________________________
https://telegram.me/manhaj_salafy
๐ Lembaga Penyiaran Britania Menyiarkan Sebuah Pengakuan Seputar Kajian Ilmiah Yang Telah Disebarkan Di Dalam Majalah
"Journal of Hospital Infection"
๐ dan sungguh telah datang di dalam sebuah pengakuan bahwa sekelompok dari para peneliti amerika mengambil 408 orang dari wajah-wajah lelaki yang berjenggot dan lelaki yang tidak berjenggot yang bekerja di rumah sakit.
Sungguh tercengang kelompok penelitian ini ketika didapati bahwa orang-orang yang mencukur jenggot membawa tiga kali lipat apa yang dibawa oleh orang-orang yang berjenggot dari bakteri yang menyebabkan infeksi (penularan) di dalam rumah sakit.
Dan terlebih bakteri yang menyebabkan banyaknya penyakit lambung, dan menjangkiti banyaknya anti bodi (imunitas). Dan para peneliti tersebut menyebutkan dua penafsiran yang ada kemungkinan bagi hasil penelitian mereka:
Pertama:
Bahwa mencukur jenggot dapat menghilangkan lapisan tipis kulit dari apa-apa yang dapat membawa kepada mensupport penguasaan bakteri terhadap pertumbuhannya dan menjadi semakin banyak.
Kedua:
Bahwa jenggot secara tabiat dapat melawan bakteri. Kemudian mereka membuat keraguan di dalam perkara ini ketika mereka menyebutkan bahwa mereka mengambil sembarang beberapa helai jenggot dan mengirimnya kepada Dr. Adam Robert di Universitas London, dan ia mampu menumbuhkan lebih dari seratus jenis bakteri di dalam beberapa helai jenggot.
Dan sungguh menjadi jelas dari penelitian ilmiah ini bahwa jenggot itu tidaklah kotor sebagaimana yang didengungkan oleh para pencela orang berjenggot, bahkan sebaliknyalah yang benar, dimana semakin banyak kuman lambung terhadap wajah orang-orang yang mencukur jenggot. Maka hendaklah berhati-hati orang yang mencium mereka.
Alhamdulillah di atas nikmat islam dan sunnah yang penukilan (nas) yang shahih saling berkesesuaian bersama akal yang sehat di dalam keduanya.
Dan Maha Benar Allah tatkala Dia berfirman:
ุณูุฑููู ุขูุงุชูุง ูู ุงูุขูุงู ููู ุฃููุณูู ุญุชู ูุชุจูู ููู ุฃูู ุงูุญู. ุฃููู ููู ุจุฑุจู ุฃูู ุนูู ูู ุดูุฆ ุดููุฏ
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat kami di penjuru bumi dan di dalam diri-diri mereka hingga menjadi jelas bagi mereka bahwa Dia (Allah) Maha Saksi atas segala sesuatu."
ูุงููู ุฃุนูู
๐ถsumber: http://www.bbc.com/news/magazine-35350886
ุงููุญูุฉ
ูุดุฑุช ููุฆุฉ ุงูุฅุฐุงุนุฉ ุงูุจุฑูุทุงููุฉ ุชูุฑูุฑุง ุญูู ุฏุฑุงุณุฉ ุนูู ูุฉ ُูุดุฑุช ูู ู ุฌูุฉ ุนุฏูู ุงูู ุณุชุดููุงุช "Journal of Hospital Infection
ููุฏ ูุฑุฏ ูู ุงูุชูุฑูุฑ ุฃู ูุฑููุง ู ู ุงูุจุงุญุซูู ุงูุฃู ุฑููููู، ุฃุฎุฐ ูคู ูจ ุนููุงุช ู ู ูุฌูู ุฑุฌุงู ู ูุชุญูู ูุฑุฌุงู ุบูุฑ ู ูุชุญูู ูุนู ููู ูู ุงูู ุณุชุดููุงุช.
ููุฏ ุฐُูู ูุฑูู ุงูุจุญุซ ุญูู ูุฌุฏ ุฃู ุญูููู ุงููุญู ูุญู ููู ุซูุงุซุฉ ุฃุถุนุงู ู ุง ูุญู ูู ุงูู ูุชุญูู ู ู ุงูุจูุชุฑูุง ุงูู ุณุจุจุฉ ููุนุฏูู ูู ุงูู ุณุชุดููุงุช.
ููุง ุณูู ุง ุจูุชุฑูุง ุชุณุจุจ ูุซูุฑุงً ู ู ุงูุฃู ุฑุงุถ ุงูู ุนุฏูุฉ، ูุชุณุชุนุตู ุนูู ูุซูุฑ ู ู ุงูู ุถุงุฏุงุช ุงูุญูููุฉ. ูุฃูุฑุฏ ุงูุจุงุญุซูู ุชูุณูุฑูู ู ุญุชู ููู ููุชุงุฆุฌูู :
ุงูุฃูู: ุฃู ุญูู ุงููุญูุฉ ูุฒูู ุทุจูุฉ ุฑูููุฉ ู ู ุงูุฌูุฏ ู ู ุง ูุคุฏู ุฅูู ุชุดุฌูุน ู ุณุชุนู ุฑุงุช ุงูุจูุชุฑูุง ุนูู ุงููู ู ูุงูุชูุงุซุฑ.
ุงูุซุงูู: ุฃู ุงููุญูุฉ ุจุทุจูุนุชูุง ุชูุงูู ุงูุจูุชุฑูุง. ุซู ุดูููุง ูู ูุฐุง ุญูู ุฐูุฑูุง ุฃููู ุฃุฎุฐูุง ุนููุงุช ุนุดูุงุฆูุฉ ู ู ุงููุญู ูุฃุฑุณูููุง ุฅูู ุฏ. ุขุฏู ุฑูุจุฑุช ูู ุฌุงู ุนุฉ ูููุฉ ููุฏู، ูุชู ูู ู ู ุงุณุชูุจุงุช ู ุง ูุฒูุฏ ุนูู ู ุงุฆุฉ ููุน ู ู ุงูุจูุชุฑูุง ูู ุนููุงุช ุงููุญู.
ููุฏ ุชุจูู ู ู ูุฐุง ุงูุจุญุซ ุงูุนูู ู ุฃู ุงููุญู ููุณุช ูุณุฎุฉ ูู ุง ูุฑุฏุฏ ุดุงุชู ู ุงูู ูุชุญูู، ูุฃู ุงูุนูุณ ูู ุงูุตุญูุญ، ุญูุซ ุชุชูุงุซุฑ ุงูุฌุฑุงุซูู ุงูู ุนุฏูุฉ ุนูู ูุฌูู ุญุงููู ุงููุญู. ูููุญุฐุฑ ุงูุฐูู َُููุจِّููููู (:
. ูุงูุญู ุฏ ููู ุนูู ูุนู ุฉ ุงูุฅุณูุงู ูุงูุณูุฉ ุงููุฐุงู ูุชูุงูู ูููู ุง ุตุญูุญ ุงูู ูููู ู ุน ุตุฑูุญ ุงูู ุนููู.
ูุตุฏู ุงููู ุฅุฐ ูููู "ุณَُูุฑِِููู ْ ุขَูุงุชَِูุง ِูู ุงْูุขَูุงِู َِููู ุฃَُููุณِِูู ْ ุญَุชَّٰู َูุชَุจَََّูู َُููู ْ ุฃََُّูู ุงْูุญَُّู ۗ ุฃَََููู ْ َِْููู ุจِุฑَุจَِّู ุฃََُّูู ุนََٰูู ُِّูู ุดَْูุกٍ ุดَِููุฏ".
ูุงููู ุฃุนูู
______________________________
https://telegram.me/manhaj_salafy
Kamis, 23 November 2017
MANA DALIL YANG MENGHARAMKAN PERINGATAN MAULID
☄ Salah satu keanehan dari para pro maulid, mereka Menanyakan mana dalil yang mengharamkan maulid secara khusus. Padahal seharusnya yang ditanyakan adalah mana dalil yang memerintahkan untuk merayakan maulid atau mengekspresikan cinta Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan maulid? Karena kaedahnya tentu berbeda antara masalah ibadah dan masalah muamalah atau adat (non-ibadah). Kalau dalam masalah ibadah, hukum asalnya adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkan. Untuk masalah muamalat atau adat, berlaku hukum sebaliknya. Hukum asal dalam perkara non-ibadah adalah boleh sampai ada dalil yang melarang.
Ulama Syafi’iyyah memiliki kaedah,
ุงَْูุฃَุตَْู ِูู ุงَْูุนِุจَุงุฏَุฉِ ุงَูุชََُّّููู
“Hukum asal ibadah adalah tawaqquf (diam sampai datang dalil)”
Perkataan di atas disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (5: 43). Ibnu Hajar adalah di antara ulama besar Syafi’i yang jadi rujukan. Perkataan Ibnu Hajar tersebut menunjukkan bahwa jika tidak ada dalil, maka suatu amalan tidak boleh dilakukan. Itu artinya asal ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkan. Di tempat lain, Ibnu Hajar rahimahullah juga berkata,
ุฃََّู ุงูุชَّْูุฑِูุฑ ِูู ุงْูุนِุจَุงุฏَุฉ ุฅَِّูู َุง ُูุคْุฎَุฐ ุนَْู ุชَِْูููู
“Penetapan ibadah diambil dari tawqif (adanya dalil).” (Fathul Bari, 2: 80)
Ibnu Daqiq Al ‘Ied, salah seorang ulama besar Syafi’i juga berkata,
ِูุฃََّู ุงْูุบَุงِูุจَ ุนََูู ุงْูุนِุจَุงุฏَุงุชِ ุงูุชَّุนَุจُّุฏُ ، َูู َุฃْุฎَุฐَُูุง ุงูุชَُِّْูููู
“Umumnya ibadah adalah ta’abbud (beribadah pada Allah). Dan patokannya adalah dengan melihat dalil”.
☄ Kaedah ini beliau sebutkan dalam kitab Ihkamul Ahkam Syarh ‘Umdatil Ahkam.
Ibnu Taimiyah lebih memperjelas kaedah antara ibadah dan non-ibadah. Beliau rahimahullah berkata,
ุฅَّู ุงْูุฃَุตَْู ِูู ุงْูุนِุจَุงุฏَุงุชِ ุงูุชَُِّْูููู ََููุง ُูุดْุฑَุนُ ู َِْููุง ุฅَّูุง ู َุง ุดَุฑَุนَُู ุงَُّููู ุชَุนَุงَูู . َูุฅَِّูุง ุฏَุฎََْููุง ِูู ู َุนَْูู َِِْูููู : { ุฃَู ْ َُููู ْ ุดُุฑََูุงุกُ ุดَุฑَุนُูุง َُููู ْ ู َِู ุงูุฏِِّูู ู َุง َูู ْ َูุฃْุฐَْู ุจِِู ุงَُّููู } . َูุงْูุนَุงุฏَุงุชُ ุงْูุฃَุตُْู َِูููุง ุงْูุนَُْูู ََููุง َูุญْุธُุฑُ ู َِْููุง ุฅَّูุง ู َุง ุญَุฑَّู َُู َูุฅَِّูุง ุฏَุฎََْููุง ِูู ู َุนَْูู َِِْูููู : { ُْูู ุฃَุฑَุฃَْูุชُู ْ ู َุง ุฃَْูุฒََู ุงَُّููู َُููู ْ ู ِْู ุฑِุฒٍْู َูุฌَุนَْูุชُู ْ ู ُِْูู ุญَุฑَุงู ًุง َูุญََูุงًูุง } ََِูููุฐَุง ุฐَู َّ ุงَُّููู ุงْูู ُุดْุฑَِِููู ุงَّูุฐَِูู ุดَุฑَุนُูุง ู ِْู ุงูุฏِِّูู ู َุง َูู ْ َูุฃْุฐَْู ุจِِู ุงَُّููู َูุญَุฑَّู ُูุง ู َุง َูู ْ ُูุญَุฑِّู ُْู
“Hukum asal ibadah adalah tawqifiyah (dilaksanakan jika ada dalil). Ibadah tidaklah diperintahkan sampai ada perintah dari Allah. Jika tidak, maka termasuk dalam firman Allah (yang artinya), ‘Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?’ (QS. Asy Syura: 21). Sedangkan perkara adat (non-ibadah), hukum asalnya adalah dimaafkan, maka tidaklah ada larangan untuk dilakukan sampai datang dalil larangan. Jika tidak, maka termasuk dalam firman Allah (yang artinya), ‘Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.’ (QS. Yunus: 59). Oleh karena itu, Allah mencela orang-orang musyrik yang membuat syari’at yang tidak diizinkan oleh Allah dan mengharamkan yang tidak diharamkan.” (Majmu’ Al Fatawa, 29: 17)
☄ Atau mungkin Maulid bukan ibadah? Lantas kenapa capek-capek merayakannya kalau bukan maksud ibadah? Bukankah merayakan maulid untuk menunjukkan cinta Rasul, maka tentu pahala yang ingin diraih?
☄ Sehingga tidak tepat dan terasa aneh jika dalam masalah Maulid, ada yang berujar, “Kan tidak ada dalil yang melarang? Gitu saja kok repot …” Maka cukup kami sanggah bahwa hadits ‘Aisyah sudah sebagai dalilnya yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู َْู ุนَู َِู ุนَู َูุงً َْููุณَ ุนََِْููู ุฃَู ْุฑَُูุง ََُููู ุฑَุฏٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718).
SELENGKAPNYA: https://muslimah.or.id/5074-mana-dalil-yang-menyatakan-perayaan-maulid-haram.html
—
Disusun di Makkah, 6 Rabi’ul Awwal 1435 H
Penulis: Ust. Muhammad Abduh Tuasikal
☄ Salah satu keanehan dari para pro maulid, mereka Menanyakan mana dalil yang mengharamkan maulid secara khusus. Padahal seharusnya yang ditanyakan adalah mana dalil yang memerintahkan untuk merayakan maulid atau mengekspresikan cinta Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan maulid? Karena kaedahnya tentu berbeda antara masalah ibadah dan masalah muamalah atau adat (non-ibadah). Kalau dalam masalah ibadah, hukum asalnya adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkan. Untuk masalah muamalat atau adat, berlaku hukum sebaliknya. Hukum asal dalam perkara non-ibadah adalah boleh sampai ada dalil yang melarang.
Ulama Syafi’iyyah memiliki kaedah,
ุงَْูุฃَุตَْู ِูู ุงَْูุนِุจَุงุฏَุฉِ ุงَูุชََُّّููู
“Hukum asal ibadah adalah tawaqquf (diam sampai datang dalil)”
Perkataan di atas disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (5: 43). Ibnu Hajar adalah di antara ulama besar Syafi’i yang jadi rujukan. Perkataan Ibnu Hajar tersebut menunjukkan bahwa jika tidak ada dalil, maka suatu amalan tidak boleh dilakukan. Itu artinya asal ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkan. Di tempat lain, Ibnu Hajar rahimahullah juga berkata,
ุฃََّู ุงูุชَّْูุฑِูุฑ ِูู ุงْูุนِุจَุงุฏَุฉ ุฅَِّูู َุง ُูุคْุฎَุฐ ุนَْู ุชَِْูููู
“Penetapan ibadah diambil dari tawqif (adanya dalil).” (Fathul Bari, 2: 80)
Ibnu Daqiq Al ‘Ied, salah seorang ulama besar Syafi’i juga berkata,
ِูุฃََّู ุงْูุบَุงِูุจَ ุนََูู ุงْูุนِุจَุงุฏَุงุชِ ุงูุชَّุนَุจُّุฏُ ، َูู َุฃْุฎَุฐَُูุง ุงูุชَُِّْูููู
“Umumnya ibadah adalah ta’abbud (beribadah pada Allah). Dan patokannya adalah dengan melihat dalil”.
☄ Kaedah ini beliau sebutkan dalam kitab Ihkamul Ahkam Syarh ‘Umdatil Ahkam.
Ibnu Taimiyah lebih memperjelas kaedah antara ibadah dan non-ibadah. Beliau rahimahullah berkata,
ุฅَّู ุงْูุฃَุตَْู ِูู ุงْูุนِุจَุงุฏَุงุชِ ุงูุชَُِّْูููู ََููุง ُูุดْุฑَุนُ ู َِْููุง ุฅَّูุง ู َุง ุดَุฑَุนَُู ุงَُّููู ุชَุนَุงَูู . َูุฅَِّูุง ุฏَุฎََْููุง ِูู ู َุนَْูู َِِْูููู : { ุฃَู ْ َُููู ْ ุดُุฑََูุงุกُ ุดَุฑَุนُูุง َُููู ْ ู َِู ุงูุฏِِّูู ู َุง َูู ْ َูุฃْุฐَْู ุจِِู ุงَُّููู } . َูุงْูุนَุงุฏَุงุชُ ุงْูุฃَุตُْู َِูููุง ุงْูุนَُْูู ََููุง َูุญْุธُุฑُ ู َِْููุง ุฅَّูุง ู َุง ุญَุฑَّู َُู َูุฅَِّูุง ุฏَุฎََْููุง ِูู ู َุนَْูู َِِْูููู : { ُْูู ุฃَุฑَุฃَْูุชُู ْ ู َุง ุฃَْูุฒََู ุงَُّููู َُููู ْ ู ِْู ุฑِุฒٍْู َูุฌَุนَْูุชُู ْ ู ُِْูู ุญَุฑَุงู ًุง َูุญََูุงًูุง } ََِูููุฐَุง ุฐَู َّ ุงَُّููู ุงْูู ُุดْุฑَِِููู ุงَّูุฐَِูู ุดَุฑَุนُูุง ู ِْู ุงูุฏِِّูู ู َุง َูู ْ َูุฃْุฐَْู ุจِِู ุงَُّููู َูุญَุฑَّู ُูุง ู َุง َูู ْ ُูุญَุฑِّู ُْู
“Hukum asal ibadah adalah tawqifiyah (dilaksanakan jika ada dalil). Ibadah tidaklah diperintahkan sampai ada perintah dari Allah. Jika tidak, maka termasuk dalam firman Allah (yang artinya), ‘Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?’ (QS. Asy Syura: 21). Sedangkan perkara adat (non-ibadah), hukum asalnya adalah dimaafkan, maka tidaklah ada larangan untuk dilakukan sampai datang dalil larangan. Jika tidak, maka termasuk dalam firman Allah (yang artinya), ‘Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.’ (QS. Yunus: 59). Oleh karena itu, Allah mencela orang-orang musyrik yang membuat syari’at yang tidak diizinkan oleh Allah dan mengharamkan yang tidak diharamkan.” (Majmu’ Al Fatawa, 29: 17)
☄ Atau mungkin Maulid bukan ibadah? Lantas kenapa capek-capek merayakannya kalau bukan maksud ibadah? Bukankah merayakan maulid untuk menunjukkan cinta Rasul, maka tentu pahala yang ingin diraih?
☄ Sehingga tidak tepat dan terasa aneh jika dalam masalah Maulid, ada yang berujar, “Kan tidak ada dalil yang melarang? Gitu saja kok repot …” Maka cukup kami sanggah bahwa hadits ‘Aisyah sudah sebagai dalilnya yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู َْู ุนَู َِู ุนَู َูุงً َْููุณَ ุนََِْููู ุฃَู ْุฑَُูุง ََُููู ุฑَุฏٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718).
SELENGKAPNYA: https://muslimah.or.id/5074-mana-dalil-yang-menyatakan-perayaan-maulid-haram.html
—
Disusun di Makkah, 6 Rabi’ul Awwal 1435 H
Penulis: Ust. Muhammad Abduh Tuasikal
‼ *Ini Penyebab Dosaku*
✍ _Ustadz Ahmad Zainuddin Lc_
- Manusia tidak pernah lepas dari dosa. Pasti Selalu melakukan kesalahan. dan Sebaik-baik orang yang selalu melakukan kesalahan adalah orang yang bertaubat kepada Allah.
- Mengapa manusia banyak dosa?
Ada beberapa sebab, diantaranya adalah DI DALAM DIRI SETIAP MANUSIA TERDAPAT SIFAT-SIFAT BURUK PENYEBAB DOSA DAN MAKSIAT.
- Ibarat penyakit maka kita harus tahu penyebabnya dan berusaha menghindari penyebab sakit itu.
- Seorang muslim yang cerdas adalah seorang muslim yang tidak masuk ke dalam lobang maksiat yang sama dua kali.
- Mengetahui keburukan harus karena agar tidak terperosok ke dalamnya.
Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu 'anhu berkata: "Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan tapi aku bertanya tentang keburukan, karena aku khawatir terperosok ke dalam keburukan tersebut."
- Manusia melakukan dosa bukan hanya karena iblis (setan dan jin). Buktinya kemaksiatan tetap terjadi di bulan Ramadhan walaupun setan dan jin telah dibelenggu.
DAN SALAH SATU PENYEBAB UTAMANYA ADALAH SIFAT-SIFAT BURUK MANUSIA ITU SENDIRI.
Sifat-sifat Buruk Penyebab Dosa:
1⃣Terdapat di dalam surat Hud: 9.
*ََููุฆِْู ุฃَุฐََْููุง ุงْูุฅِْูุณَุงَู ู َِّูุง ุฑَุญْู َุฉً ุซُู َّ َูุฒَุนَْูุงَูุง ู ُِْูู ุฅَُِّูู ََููุฆُูุณٌ َُูููุฑٌ*
_Artinya: "Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih."_
_QS. Hud: 9_
- Sifat buruk manusia pertama adalah APABILA IA MENDAPAT NIKMAT LALU DIUJI OLEH ALLAH LANGSUNG BERPUTUS ASA DAN TIDAK MENSYUKURI NIKMAT TERDAHULU. Padahal nikmat yg dicabut hanya sedikit saja.
Menuduh Allah tdk adil, menuduh Allah selalu menyengsarakannya.
- Tentang Syukur:
a. Selalu bersyukurlah kepada Allah di setiap keadaan, baik ketika dapat nikmat ataupun tatkala diuji dengan dicabut sedikit nikmat tersebut.
b. Nikmat yang wajib disyukuri bukan hanya harta, tetapi juga Islam, Iman, hidayah dan kesehatan.
c. Nikmat mata lebih berharga dibandingkan nikmat harta, jika tidak ada mata maka harta tidak akan ada rasanya.
d. Salah satu target operasi Iblis adalah MEMBUAT MANUSIA TIDAK BERSYUKUR! KARENA DIBALIK SYUKUR TERDAPAT TAUHID!
Allah Taala berfirman:
َูุงَู َูุจِู َุง ุฃَุบَْْููุชَِูู َูุฃَْูุนُุฏََّู َُููู ْ ุตِุฑَุงุทََู ุงْูู ُุณْุชَِููู َ
Artinya: "Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus."
*ุซُู َّ َูุขุชََُِّูููู ْ ู ِْู ุจَِْูู ุฃَْูุฏِِููู ْ َูู ِْู ุฎَِِْูููู ْ َูุนَْู ุฃَْูู َุงِِููู ْ َูุนَْู ุดَู َุงุฆِِِููู ْ ۖ ََููุง ุชَุฌِุฏُ ุฃَْูุซَุฑَُูู ْ ุดَุงِูุฑَِูู*
_Artinya: "Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."_
_QS. Al A'raf: 16-17_
e. Bersabarlah atas segala ujian yang Allah berikan dan janganlah menuduh Allah yang bukan-bukan, seperti sabarnya Nabi Ayyub alaihis salam tatkala menderita penyakit di sekujur tubuhnya, sampai-sampai ditinggal oleh anak dan istrinya.
f. Merubah pola fikir tentang Nikmat Allah yang wajib disyukuri, bahwa Nikmat bukan hanya uang/harta, tetapi salah satu nikmat terbesar adalah Kesehatan yaitu Mata.
2⃣ Terdapat dalam surat Hud: 10
*ََููุฆِْู ุฃَุฐََْููุงُู َูุนْู َุงุกَ ุจَุนْุฏَ ุถَุฑَّุงุกَ ู َุณَّุชُْู ََََُّูููููู ุฐََูุจَ ุงูุณَِّّูุฆَุงุชُ ุนَِّูู ۚ ุฅَُِّูู ََููุฑِุญٌ َูุฎُูุฑٌ*
_Artinya: "Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga."_
_QS. Hud: 10_
- Sifat buruk kedua adalah JIKA MENDAPAT NIKMAT SETELAH KESULITAN, MAKA IA LALAI, LUPA DIRI DAN SOMBONG.
Contoh:
Cerita 3 orang miskin yang diuji oleh Allah, orang Botak, orang Penyakit Kulit dan orang Tuna Netra, setelah mereka disembuhkan dan diberi harta oleh Allah, mereka lalai dan sombong kecuali seorang yang tunanetra tadi.
- KELEBIHAN YANG DIBERIKAN TERKADANG MEMBUAT ORANG LALAI DAN SOMBONG.
Contoh:
Qarun yang lalai dan sombong karena diberi harta.
Firaun yang lalai dan sombong karena diberi kekuasaan.
Ifrit yang sombong karena diberi kekuatan.
dan begitulah setiap orang yang diberikan kelebihan akan lalai dan sombong kecuali seorang yang menyandarkan kelebihan tersebut kepada Allah Ta'ala.
3⃣ Terdapat dalam surat Ibrahim: 34.
*َูุขุชَุงُูู ْ ู ِْู ُِّูู ู َุง ุณَุฃَْูุชُู ُُูู ۚ َูุฅِْู ุชَุนُุฏُّูุง ِูุนْู َุชَ ุงَِّููู َูุง ุชُุญْุตَُููุง ۗ ุฅَِّู ุงْูุฅِْูุณَุงَู َูุธَُููู ٌ ََّููุงุฑٌ*
_Artinya: "Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)."_
_QS. Ibrahim: 34_
- Sifat buruk yang ketiga adalah MANUSIA JIKA DAPAT NIKMAT CENDERUNG BERBUAT ZHALIM DENGAN NIKMAT TERSEBUT, YAITU TIDAK MELETAKKAN NIKMAT ITU PADA TEMPATNYA, TIDAK MENJADIKAN NIKMAT TERSEBUT LEBIH TAAT KEPADA ALLAH.
- TAHAPAN YANG SEMPURNA UNTUK BERSUKUR KEPADA ALLAH:
1. Mengenal keberadaan nikmat
2. Mengenal pemberi nikmat
3. Mencintai pemberi nikmat
4. Patuh kepada pemberi nikmat
5. Letakkan nikmat tersebut ke dalam ketaatan
Contoh :
a. ketika manusia mendapatkan kesehatan, dia tdk menggunakan sehatnya tsb utk beribadah kpd Allah.
b. Ketika manusia mendapatkan harta, dia tdk menggunakan harta tsb di jalan Allah - zakat, infaq, membantu orang lain, berqurban dgn domba yg paling bagus.
- KETAUHILAH, SETIAP KETAATAN ADALAH BENTUK BERSYUKUR KEPADA ALLAH.
- Faedah bersyukur :
A. Membuat nikmat semakin bertambah
B. Membuat org tdk sombong dan congkak
C. Terhindar dari sikap ujub
4⃣Terdapat dalam surat Al Isra: 11
*ََููุฏْุนُ ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุจِุงูุดَّุฑِّ ุฏُุนَุงุกَُู ุจِุงْูุฎَْูุฑِ ۖ ََููุงَู ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุนَุฌًُููุง*
_Artinya: "Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."_
_QS. Al Isra': 11_
- Sifat buruk manusia yang keempat adalah TERGESA-GESA DALAM KEINGINAN MEMPEROLEH SESUATU.
Contoh:
Suami pulang ke rumah setelah kerja melihat rumah berantakan istri lagi tidur, maka suami jangan tergesa untuk memarahi istri, karena ada beberapa alasan istri seperti itu. Begitupula jika istri melihat suami mungkin lupa atas pesanan sesuatu.
5⃣ Terdapat dalam surat An Nahl: 4
*ุฎَََูู ุงْูุฅِْูุณَุงَู ู ِْู ُูุทَْูุฉٍ َูุฅِุฐَุง َُูู ุฎَุตِูู ٌ ู ُุจٌِูู*
_Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata."_
_QS. An Nahl: 4_
- Sifat buruk manusia yg kelima adalah SUKA BERKELAHI DAN SUKA BERDEBAT.
6⃣ Terdapat dalam surat An Nisa: 28
*ُูุฑِูุฏُ ุงَُّููู ุฃَْู ُูุฎََِّูู ุนَُْููู ْ ۚ َูุฎَُِูู ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุถَุนًِููุง*
_Artinya: "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah."_ _QS. An Nisa: 28_
- *Sifat buruk manusia ke enam adalah MANUSIA LEMAH TERHADAP SYAHWAT WANITA.*
- Kelemahan laki-laki terbesar adalah di dalam perihal wanita.
- Jangan pernah main-main terhadap godaan wanita.
- Laki-laki yang melihat wanita, maka wanita tersebut akan dibuat indah oleh setan.
- Salah satu Nikmat Allah yang terbesar adalah seseorang dijauhkan dari maksiat. Maka Bersyukurlah apabila kita diberi nikmat terhindar dari perbuatan keji, dari zina, dari mencari barta dengan cara yang haram.
http://bit.ly/2B4uw2B
══ ¤❁✿❁¤ ═══
‼️Gabung dan ikuti Sekarang juga di Group dan Channel salamdakwah dengan setiap harinya anda mendapatkan :
✅Video Kajian Terbaru
✅Aktualita Ilmiah
✅Tanya Ustadz
✅Salamdakwah Image
๐ฒ TG Channel @salamdakwah
๐ฒ Group Telegram-Ikhwan(Laki-Laki)+628158000044
๐ฒPIN BBM: DAB61683
๐ฒGroup WA Ikhwan(Laki-Laki) +6285819242061
๐ฒGroup WA Akhwat(Wanita)
Format daftar Salamdakwah(spasi) Nama(spasi) asal kota kirim ke +6281510522222
=====๐ ======
๐ www.salamdakwah.com
๐บ http://bit.ly/salwatv
๐ฒTwitter @salamdakwah
๐ธInstagram @salamdakwah
๐ฒPath @salamdakwah
======๐ ======
Download Sekarang ‼️
๐ฒ SunnahGO Android http://bit.ly/sunnahgo
๐ฒSunnahGO iOS http://bit.ly/sunnahgoios
✍ _Ustadz Ahmad Zainuddin Lc_
- Manusia tidak pernah lepas dari dosa. Pasti Selalu melakukan kesalahan. dan Sebaik-baik orang yang selalu melakukan kesalahan adalah orang yang bertaubat kepada Allah.
- Mengapa manusia banyak dosa?
Ada beberapa sebab, diantaranya adalah DI DALAM DIRI SETIAP MANUSIA TERDAPAT SIFAT-SIFAT BURUK PENYEBAB DOSA DAN MAKSIAT.
- Ibarat penyakit maka kita harus tahu penyebabnya dan berusaha menghindari penyebab sakit itu.
- Seorang muslim yang cerdas adalah seorang muslim yang tidak masuk ke dalam lobang maksiat yang sama dua kali.
- Mengetahui keburukan harus karena agar tidak terperosok ke dalamnya.
Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu 'anhu berkata: "Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan tapi aku bertanya tentang keburukan, karena aku khawatir terperosok ke dalam keburukan tersebut."
- Manusia melakukan dosa bukan hanya karena iblis (setan dan jin). Buktinya kemaksiatan tetap terjadi di bulan Ramadhan walaupun setan dan jin telah dibelenggu.
DAN SALAH SATU PENYEBAB UTAMANYA ADALAH SIFAT-SIFAT BURUK MANUSIA ITU SENDIRI.
Sifat-sifat Buruk Penyebab Dosa:
1⃣Terdapat di dalam surat Hud: 9.
*ََููุฆِْู ุฃَุฐََْููุง ุงْูุฅِْูุณَุงَู ู َِّูุง ุฑَุญْู َุฉً ุซُู َّ َูุฒَุนَْูุงَูุง ู ُِْูู ุฅَُِّูู ََููุฆُูุณٌ َُูููุฑٌ*
_Artinya: "Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih."_
_QS. Hud: 9_
- Sifat buruk manusia pertama adalah APABILA IA MENDAPAT NIKMAT LALU DIUJI OLEH ALLAH LANGSUNG BERPUTUS ASA DAN TIDAK MENSYUKURI NIKMAT TERDAHULU. Padahal nikmat yg dicabut hanya sedikit saja.
Menuduh Allah tdk adil, menuduh Allah selalu menyengsarakannya.
- Tentang Syukur:
a. Selalu bersyukurlah kepada Allah di setiap keadaan, baik ketika dapat nikmat ataupun tatkala diuji dengan dicabut sedikit nikmat tersebut.
b. Nikmat yang wajib disyukuri bukan hanya harta, tetapi juga Islam, Iman, hidayah dan kesehatan.
c. Nikmat mata lebih berharga dibandingkan nikmat harta, jika tidak ada mata maka harta tidak akan ada rasanya.
d. Salah satu target operasi Iblis adalah MEMBUAT MANUSIA TIDAK BERSYUKUR! KARENA DIBALIK SYUKUR TERDAPAT TAUHID!
Allah Taala berfirman:
َูุงَู َูุจِู َุง ุฃَุบَْْููุชَِูู َูุฃَْูุนُุฏََّู َُููู ْ ุตِุฑَุงุทََู ุงْูู ُุณْุชَِููู َ
Artinya: "Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus."
*ุซُู َّ َูุขุชََُِّูููู ْ ู ِْู ุจَِْูู ุฃَْูุฏِِููู ْ َูู ِْู ุฎَِِْูููู ْ َูุนَْู ุฃَْูู َุงِِููู ْ َูุนَْู ุดَู َุงุฆِِِููู ْ ۖ ََููุง ุชَุฌِุฏُ ุฃَْูุซَุฑَُูู ْ ุดَุงِูุฑَِูู*
_Artinya: "Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."_
_QS. Al A'raf: 16-17_
e. Bersabarlah atas segala ujian yang Allah berikan dan janganlah menuduh Allah yang bukan-bukan, seperti sabarnya Nabi Ayyub alaihis salam tatkala menderita penyakit di sekujur tubuhnya, sampai-sampai ditinggal oleh anak dan istrinya.
f. Merubah pola fikir tentang Nikmat Allah yang wajib disyukuri, bahwa Nikmat bukan hanya uang/harta, tetapi salah satu nikmat terbesar adalah Kesehatan yaitu Mata.
2⃣ Terdapat dalam surat Hud: 10
*ََููุฆِْู ุฃَุฐََْููุงُู َูุนْู َุงุกَ ุจَุนْุฏَ ุถَุฑَّุงุกَ ู َุณَّุชُْู ََََُّูููููู ุฐََูุจَ ุงูุณَِّّูุฆَุงุชُ ุนَِّูู ۚ ุฅَُِّูู ََููุฑِุญٌ َูุฎُูุฑٌ*
_Artinya: "Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga."_
_QS. Hud: 10_
- Sifat buruk kedua adalah JIKA MENDAPAT NIKMAT SETELAH KESULITAN, MAKA IA LALAI, LUPA DIRI DAN SOMBONG.
Contoh:
Cerita 3 orang miskin yang diuji oleh Allah, orang Botak, orang Penyakit Kulit dan orang Tuna Netra, setelah mereka disembuhkan dan diberi harta oleh Allah, mereka lalai dan sombong kecuali seorang yang tunanetra tadi.
- KELEBIHAN YANG DIBERIKAN TERKADANG MEMBUAT ORANG LALAI DAN SOMBONG.
Contoh:
Qarun yang lalai dan sombong karena diberi harta.
Firaun yang lalai dan sombong karena diberi kekuasaan.
Ifrit yang sombong karena diberi kekuatan.
dan begitulah setiap orang yang diberikan kelebihan akan lalai dan sombong kecuali seorang yang menyandarkan kelebihan tersebut kepada Allah Ta'ala.
3⃣ Terdapat dalam surat Ibrahim: 34.
*َูุขุชَุงُูู ْ ู ِْู ُِّูู ู َุง ุณَุฃَْูุชُู ُُูู ۚ َูุฅِْู ุชَุนُุฏُّูุง ِูุนْู َุชَ ุงَِّููู َูุง ุชُุญْุตَُููุง ۗ ุฅَِّู ุงْูุฅِْูุณَุงَู َูุธَُููู ٌ ََّููุงุฑٌ*
_Artinya: "Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)."_
_QS. Ibrahim: 34_
- Sifat buruk yang ketiga adalah MANUSIA JIKA DAPAT NIKMAT CENDERUNG BERBUAT ZHALIM DENGAN NIKMAT TERSEBUT, YAITU TIDAK MELETAKKAN NIKMAT ITU PADA TEMPATNYA, TIDAK MENJADIKAN NIKMAT TERSEBUT LEBIH TAAT KEPADA ALLAH.
- TAHAPAN YANG SEMPURNA UNTUK BERSUKUR KEPADA ALLAH:
1. Mengenal keberadaan nikmat
2. Mengenal pemberi nikmat
3. Mencintai pemberi nikmat
4. Patuh kepada pemberi nikmat
5. Letakkan nikmat tersebut ke dalam ketaatan
Contoh :
a. ketika manusia mendapatkan kesehatan, dia tdk menggunakan sehatnya tsb utk beribadah kpd Allah.
b. Ketika manusia mendapatkan harta, dia tdk menggunakan harta tsb di jalan Allah - zakat, infaq, membantu orang lain, berqurban dgn domba yg paling bagus.
- KETAUHILAH, SETIAP KETAATAN ADALAH BENTUK BERSYUKUR KEPADA ALLAH.
- Faedah bersyukur :
A. Membuat nikmat semakin bertambah
B. Membuat org tdk sombong dan congkak
C. Terhindar dari sikap ujub
4⃣Terdapat dalam surat Al Isra: 11
*ََููุฏْุนُ ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุจِุงูุดَّุฑِّ ุฏُุนَุงุกَُู ุจِุงْูุฎَْูุฑِ ۖ ََููุงَู ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุนَุฌًُููุง*
_Artinya: "Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."_
_QS. Al Isra': 11_
- Sifat buruk manusia yang keempat adalah TERGESA-GESA DALAM KEINGINAN MEMPEROLEH SESUATU.
Contoh:
Suami pulang ke rumah setelah kerja melihat rumah berantakan istri lagi tidur, maka suami jangan tergesa untuk memarahi istri, karena ada beberapa alasan istri seperti itu. Begitupula jika istri melihat suami mungkin lupa atas pesanan sesuatu.
5⃣ Terdapat dalam surat An Nahl: 4
*ุฎَََูู ุงْูุฅِْูุณَุงَู ู ِْู ُูุทَْูุฉٍ َูุฅِุฐَุง َُูู ุฎَุตِูู ٌ ู ُุจٌِูู*
_Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata."_
_QS. An Nahl: 4_
- Sifat buruk manusia yg kelima adalah SUKA BERKELAHI DAN SUKA BERDEBAT.
6⃣ Terdapat dalam surat An Nisa: 28
*ُูุฑِูุฏُ ุงَُّููู ุฃَْู ُูุฎََِّูู ุนَُْููู ْ ۚ َูุฎَُِูู ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุถَุนًِููุง*
_Artinya: "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah."_ _QS. An Nisa: 28_
- *Sifat buruk manusia ke enam adalah MANUSIA LEMAH TERHADAP SYAHWAT WANITA.*
- Kelemahan laki-laki terbesar adalah di dalam perihal wanita.
- Jangan pernah main-main terhadap godaan wanita.
- Laki-laki yang melihat wanita, maka wanita tersebut akan dibuat indah oleh setan.
- Salah satu Nikmat Allah yang terbesar adalah seseorang dijauhkan dari maksiat. Maka Bersyukurlah apabila kita diberi nikmat terhindar dari perbuatan keji, dari zina, dari mencari barta dengan cara yang haram.
http://bit.ly/2B4uw2B
══ ¤❁✿❁¤ ═══
‼️Gabung dan ikuti Sekarang juga di Group dan Channel salamdakwah dengan setiap harinya anda mendapatkan :
✅Video Kajian Terbaru
✅Aktualita Ilmiah
✅Tanya Ustadz
✅Salamdakwah Image
๐ฒ TG Channel @salamdakwah
๐ฒ Group Telegram-Ikhwan(Laki-Laki)+628158000044
๐ฒPIN BBM: DAB61683
๐ฒGroup WA Ikhwan(Laki-Laki) +6285819242061
๐ฒGroup WA Akhwat(Wanita)
Format daftar Salamdakwah(spasi) Nama(spasi) asal kota kirim ke +6281510522222
=====๐ ======
๐ www.salamdakwah.com
๐บ http://bit.ly/salwatv
๐ฒTwitter @salamdakwah
๐ธInstagram @salamdakwah
๐ฒPath @salamdakwah
======๐ ======
Download Sekarang ‼️
๐ฒ SunnahGO Android http://bit.ly/sunnahgo
๐ฒSunnahGO iOS http://bit.ly/sunnahgoios
Rabu, 22 November 2017
Antara Bid’ah dan Ibadah
*Antara Bid’ah dan Ibadah…*
Admin 22 Nov 2017 22:08
Bid’ah menuruti kemauan sendiri sedangkan ibadah menuruti kemauan Allah.
Sobat, menuruti kemauan sendiri itu namanya memburu nafsu, sedangkan menuruti kemauan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya itu namanya kepatuhan.
Jadi jelas bedanya; dalam urusan dunia, anda bebas berkreatifitas, berinovasi, bereksperimen, dan mengeksplorasi kesenangan, melampiaskan nafsu, dan ambisi anda, selama tidak kelewat batas hingga melanggar batas syari’at, hingga akhirnya anda menjadi budak nafsu
Adapun dalam urusan ibadah, maka hanya ada satu pilihan bagi anda, yaitu mengikuti perintah dan mengikuti teladan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam urusan ini, saatnya anda memupus habis segala bentuk nafsu, kemauan pribadi, keahlian anda dalam bekreasi dan berinovasi. Dikatakan ibadah, karena anda benar benar tunduk dan patuh, bukan karena sejalan dengan selera atau kesukaan atau nafsu anda.
Semoga clear, mengapa inovasi dan modifikasi dalam urusan ibadah tercela walau menurut anda luar bisa, hebat, gayeng atau baik, tetap saja selama standarnya adalah akal dan kecocokan pribadi bukan keselarasan dengan perintah dan keteladanan maka itu tercela.
Wes, ndak usah dibantah atau dijadikan bahan polemik, cukup dipikirkan, dicamkan lalu diamalkan. Bila merasa ndak cocok ya abaikan saja, wong saya tidak memaksa kok, jadi tetap adem selesai membacanya.
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
Permalink | Sumber tulisan: BBG Al Ilmu
Artikel Situs *Sunnah*.
BENARKAH ENGKAU MENCINTAI RASUL
๐ BENARKAH ENGKAU MENCINTAI RASUL
❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata :
Seseorang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata : "Ya Rasulullah, demi Allah ! Sesungguhnya engkau adalah orang yang lebih aku cintai daripada diriku sendiri, dan sesungguhnya engkau adalah orang yang lebih aku cintai daripada keluargaku dan hartaku, lebih aku cintai daripada anakku...
Sungguh, ketika aku berada di dalam rumahku, maka aku selalu mengingatmu. Aku tidak sabar sehingga aku pun mendatangimu lagi, kemudian melihatmu...
Jika aku teringat akan kematianku dan wafatmu, maka sadarlah aku bahwa engkau akan masuk ke dalam Surga, diangkat bersama dengan para Nabi. Sedangkan aku, kalaupun aku masuk Surga, maka aku khawatir tidak bisa lagi melihatmu...
(HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu'jamul Ausath no. 477 dan al-Mu'jamus Shaghiir no. 52, lihat ash-Shahiihul Musnad min Asbaabin Nuzul hal 70-71 oleh Syaikh Muqbil al-Wadi’i dan 'Umdatut Tafsir 'an al-Hafizh Ibnu Katsir oleh Syaikh Ahmad Syakir)
Subhanallah, sudah seperti inikah cintamu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam...?
Sebelum ada mimbar yang dibuatkan oleh budak wanita Anshar, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa berkhutbah dengan bersandar pada sebatang pohon kurma.
Tatkala mimbar diletakkan untuk menggantikan batang pohon kurma itu, maka pohon itu berteriak menangis seperti jeritan anak kecil.
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun turun lalu memegangnya dan memeluknya. Maka batang pohon kurma itu terisak-isak bagaikan isakan anak kecil yang dibujuk untuk diam, hingga akhirnya ia tenang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda : "Pohon kurma itu menangisi dzikir yang biasa ia dengar" (HR. Bukhari no. 2095, hadits dari Jabir bin Abdillah)
Subhanallah, sudah seperti inikah cintamu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam...?
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu yang setiap hari bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih merasa khawatir dan takut kalau nanti tidak bisa bertemu lagi dengan beliau di akhirat, maka ia pun senantiasa berdoa :
َุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ุฅِْูู َุงًูุง ูุงَ َูุฑْุชَุฏُّ ََููุนِْูู ًุง ูุงَ ََْูููุฏُ َูู ُุฑَุงََููุฉَ ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู ِْูู ุฃَุนَْูู ุฌََّูุฉِ ุงْูุฎُْูุฏِ
"Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang tidak pernah lepas, kenikmatan yang tidak pernah habis, dan dapat menyertai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di Surga yang tertinggi dan kekal" (HR. Ahmad VI/128 dan Ibnu Hibban no. 1970, lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah V/379).
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata :
"Aku mencintai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar. Dan aku berharap akan bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka, meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka" (HR. Bukhari no. 3688 dan Muslim no. 2639)
Subhanallah, sudah seperti inikah cintamu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam...?
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ู ِْู ุฃَุดَุฏِّ ุฃُู َّุชِู ِูู ุญُุจًّุง َูุงุณٌ ََُُูููููู ุจَุนْุฏِู ََููุฏُّ ุฃَุญَุฏُُูู ْ َْูู ุฑَุขِูู ุจِุฃَِِْููู َูู َุงِِูู
"Diantara umatku yang paling mencintaiku adalah orang-orang yang hidup setelahku, salah seorang dari mereka sangat ingin melihatku walaupun (harus menebusnya) dengan keluarganya dan hartanya" (HR. Muslim, hadits dari Abu Hurairah, lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 5893)
ْู َْู ุฑَุขِูู ِูู ุงْูู ََูุงู ِ ََููุฏْ ุฑَุขِูู َูุฅَِّู ุงูุดَّْูุทَุงَู َูุง َูุชَู َุซَُّู ุจِู
"Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh dia telah melihatku, karena sesungguhnya syaitan tidak dapat menyerupaiku" (HR. Muslim no. 4206, hadits dari Abu Hurairah)
ْุงََُّูููู َّ ุงَุฑِِْูู َูุฌَْู َูุจَِِّูู َู ุฑَุณَُِْููู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َู ุณََّูู َ ِْูู ู ََูุงู ِู
"Ya Allah perlihatkanlah kepadaku wajah Nabi-Mu dan Rasul-Mu Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mimpiku"
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
➖https://telegram.me/najmiumar
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
๐ฎCHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
๐ https://t.me/MuliaDenganSunnah
๐ https://t.me/RisalahSunnah
๐ฐ Android app : https://goo.gl/ozGo2Q
๐ Website : https://asysyamil.com
๐ ️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
๐ฑ WA : 081381173870 Admin
❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata :
Seseorang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata : "Ya Rasulullah, demi Allah ! Sesungguhnya engkau adalah orang yang lebih aku cintai daripada diriku sendiri, dan sesungguhnya engkau adalah orang yang lebih aku cintai daripada keluargaku dan hartaku, lebih aku cintai daripada anakku...
Sungguh, ketika aku berada di dalam rumahku, maka aku selalu mengingatmu. Aku tidak sabar sehingga aku pun mendatangimu lagi, kemudian melihatmu...
Jika aku teringat akan kematianku dan wafatmu, maka sadarlah aku bahwa engkau akan masuk ke dalam Surga, diangkat bersama dengan para Nabi. Sedangkan aku, kalaupun aku masuk Surga, maka aku khawatir tidak bisa lagi melihatmu...
(HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu'jamul Ausath no. 477 dan al-Mu'jamus Shaghiir no. 52, lihat ash-Shahiihul Musnad min Asbaabin Nuzul hal 70-71 oleh Syaikh Muqbil al-Wadi’i dan 'Umdatut Tafsir 'an al-Hafizh Ibnu Katsir oleh Syaikh Ahmad Syakir)
Subhanallah, sudah seperti inikah cintamu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam...?
Sebelum ada mimbar yang dibuatkan oleh budak wanita Anshar, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa berkhutbah dengan bersandar pada sebatang pohon kurma.
Tatkala mimbar diletakkan untuk menggantikan batang pohon kurma itu, maka pohon itu berteriak menangis seperti jeritan anak kecil.
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun turun lalu memegangnya dan memeluknya. Maka batang pohon kurma itu terisak-isak bagaikan isakan anak kecil yang dibujuk untuk diam, hingga akhirnya ia tenang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda : "Pohon kurma itu menangisi dzikir yang biasa ia dengar" (HR. Bukhari no. 2095, hadits dari Jabir bin Abdillah)
Subhanallah, sudah seperti inikah cintamu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam...?
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu yang setiap hari bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih merasa khawatir dan takut kalau nanti tidak bisa bertemu lagi dengan beliau di akhirat, maka ia pun senantiasa berdoa :
َุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุณْุฃََُูู ุฅِْูู َุงًูุง ูุงَ َูุฑْุชَุฏُّ ََููุนِْูู ًุง ูุงَ ََْูููุฏُ َูู ُุฑَุงََููุฉَ ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู ِْูู ุฃَุนَْูู ุฌََّูุฉِ ุงْูุฎُْูุฏِ
"Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang tidak pernah lepas, kenikmatan yang tidak pernah habis, dan dapat menyertai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di Surga yang tertinggi dan kekal" (HR. Ahmad VI/128 dan Ibnu Hibban no. 1970, lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah V/379).
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata :
"Aku mencintai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar. Dan aku berharap akan bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka, meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka" (HR. Bukhari no. 3688 dan Muslim no. 2639)
Subhanallah, sudah seperti inikah cintamu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam...?
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ู ِْู ุฃَุดَุฏِّ ุฃُู َّุชِู ِูู ุญُุจًّุง َูุงุณٌ ََُُูููููู ุจَุนْุฏِู ََููุฏُّ ุฃَุญَุฏُُูู ْ َْูู ุฑَุขِูู ุจِุฃَِِْููู َูู َุงِِูู
"Diantara umatku yang paling mencintaiku adalah orang-orang yang hidup setelahku, salah seorang dari mereka sangat ingin melihatku walaupun (harus menebusnya) dengan keluarganya dan hartanya" (HR. Muslim, hadits dari Abu Hurairah, lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 5893)
ْู َْู ุฑَุขِูู ِูู ุงْูู ََูุงู ِ ََููุฏْ ุฑَุขِูู َูุฅَِّู ุงูุดَّْูุทَุงَู َูุง َูุชَู َุซَُّู ุจِู
"Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh dia telah melihatku, karena sesungguhnya syaitan tidak dapat menyerupaiku" (HR. Muslim no. 4206, hadits dari Abu Hurairah)
ْุงََُّูููู َّ ุงَุฑِِْูู َูุฌَْู َูุจَِِّูู َู ุฑَุณَُِْููู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َู ุณََّูู َ ِْูู ู ََูุงู ِู
"Ya Allah perlihatkanlah kepadaku wajah Nabi-Mu dan Rasul-Mu Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mimpiku"
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
➖https://telegram.me/najmiumar
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
๐ฎCHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
๐ https://t.me/MuliaDenganSunnah
๐ https://t.me/RisalahSunnah
๐ฐ Android app : https://goo.gl/ozGo2Q
๐ Website : https://asysyamil.com
๐ ️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
๐ฑ WA : 081381173870 Admin
SURAT TERBUKA UNTUK PARA PECINTA RASULULLAH
๐ *SURAT TERBUKA UNTUK PARA PECINTA RASULULLAH* ๏ทบ
❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah
Kita semua tau kalau mencintai Rasulullah shallahu alaihi wasallam merupakan pokok agama kita.
Kewajiban untuk mencintainya berada pada martabat kedua setelah kecintaan kepada Allah.
Bahkan tidak sempurna imam seseorang apabila dia tidak mencintainya lebih dari apapun selain Allah....
Beliau shallahu alaihi wasallam bersabda:
"Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian hingga aku lebih dicintainya melebihi cintanya terhadap anak-anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia" (HR. Bukhori dan Muslim)
Aku teringat sebuah ungkapan indah tentang konsekwensi cinta.
َْูู َูุงَู ุญُุจَُّู ุตَุงุฏِูุงً َูุฃَุทَุนْุชَُูู ุฅَِّู ุงูู ُุญِุจَّ ِูู َْู ุฃَุญَุจَّ ู ُุทِْููุนُ
Jikalau cintamu (kepadanya) tulus murni, niscaya engkau akan mentaatinya.
Karena sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh terhadap orang yang dicintainya
Pikirkupun membawaku pada baris-baris sabdanya yang dulu pernah kubaca:
ู ู ุนู ู ุนู ูุงً ููุณ ุนููู ุฃู ุฑูุง ููู ุฑุฏ
"Barangsiapa yang melakukan satu amalan yang tidak kemi perintahkan, maka amalan itu tertolak"
Dia tidak pernah memerintahkannya. Jadi kami tidak akan merayakannya.
Kami takut kalau amal-amal kami ditolak.
Kami juga takut bila hari yang dijanjikan itu tiba, kami ditolak saat mendekat ketelaga haudhnya.
Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda,
ููุฑุฏู ุนูู ุฃููุงู ุฃุนุฑููู ููุนุฑููููู ุซู ูุญุงู ุจููู ูุจูููู ูุฃِููู ุฅููู ู ู ุฃู ุชู ، ูููุงู : ุฅูู ูุง ุชุฏุฑู ู ุง ุฃุญุฏุซูุง ุจุนุฏู . ูุฃููู : ุณุญูุงَ ูู ู ุบّูุฑ ุจุนุฏู
"sungguh ada suatu kaum yang akan mendekat padaku (di telaga al-haudh). aku mengenal mereka dan mereka pun mengenalku. kemudian aku dan mereka dipisahkan, maka aku berkata: “mereka adalah ummatku.” kemudian dikatakan pada beliau: “engkau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu.” Maka aku pun berkata: “celakalah (menjauhlah) orang-orang yang mengubah (agama) setelahku."
(HR. Bukhari-Muslim)
Sahabat...
Karna aku tak ingin engkau juga tertolak diri telaga haudh itu, maka kutuliskan catatan kecil ini sebagai pikiran banding untukmu yang masih dibuwai oleh bid'ah hasanah...
Bukankah di dalam Al-Qur'an Allah berfirman:
ุงَْْูููู َ ุฃَْูู َْูุชُ َُููู ْ ุฏَُِูููู ْ َูุฃَุชْู َู ْุชُ ุนََُْูููู ْ ِูุนْู َุชِู َูุฑَุถِูุชُ َُููู ُ ุงูุฅِุณْูุงَู َ ุฏًِููุง
"Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu dan telah kusempurnakan bagimu nikmat-Ku dan telah kuridhoi Islam sebagai agamamu" (QS: Al-Maidah ayat: 3)
Imam Malik -rahimahullah- berkata "maka apa-apa saja yang bukan bagaian dari agama dimasa itu, maka hari ini juga tetap bukan bagian dari agama"
Engkau mungkin akan berkata padaku. "Tapi Rasul juga pernah bersabda:
“Barangsiapa yang merayakan hari kelahiranku, maka aku akan menjadi pemberi syafaatnya di hari kiamat... "
Akhi fillah..
Hadits ini tidak ada asal-usulnya atau dalam bahasa sederhananya palsu.
Andaikan hadits ini sohih, tentu para sahabat sudah mendahului kita dalam melakukannya.
Karana para sahabat -radhiallahu anhum- adalah manusia-manusia yg slalu bergegas pada kebaikan..
Apalagi ganjaran kebaikan itu adalah syafaat nabi shallahu alaihi wasallam...
Namun sayang...
Tak seorangpun dari mereka pernah merayakannya..
Sebuah tanda tanya besar, "Jika dalam maulid terdapat kebaikan,lalu mengapa perayaan ini dilalaikan oleh Abu Bakar, ‘Umar, Utsman, ‘Ali, dan sahabat lainnya, juga tabi’in dan yang mengikuti mereka dari kalangan Imam Madzhab yang empat ?
Lalu apakah kecintaan kita kepada Rasulullah sudah melebihi kecintaan shabat-sahabatnya kepada bliau.. ?
Bgini saja...
Sebenarnya siapa sih yang lahir..?
Bukankah yang lahir adalah Rasulullah..?
Lalu apakah beliau pernah merayakan kelahirannya setiap tahun..?
Kalau jawabannya iya, mana dalilnya..?
Kalau jawabannya tdak ada..
Kenapa kita berani merayakan dan menganggap perarayaan itu sebagai sebaik-baik qurbah (bentuk pendekatan diri kepada Allah) dan jalan untuk mendapatkan syafaatnya..?
Padahal kalaulah hal itu baik pastilah nabi shallallahu alaihi wasallam sudah memerintahkannya.
Karena nabi shallallahu alaihi wasallan pernah bersabda:
"Tidaklah aku meninggalkan sesuatu
dari apa yang Allรขh perintahkan kepada kamu, kecuali aku telah memerintahkannya. Dan tidak pula aku meninggalkan sesuatu dari apa yang Allรขh Ta'รขla larang kepada kamu
kecuali aku telah melarangnya.
(HR. Syรขfi’i, Al-Baihaqi, Al-Khathib al-Baghdรขdi, dan lainnya. Lihat: Silsilah ash-Shahรฎhah 4/416-417 dan komentar Syaikh Ahmad Syรขkir dalam Ta’lรฎqur-Risรขlah, hlm. 93-103)
Beliau shallallรขhu 'alaihi wasallam juga bersabda:
"Tidaklah tersisa sesuatu pun
yang bisa mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka, melainkan telah dijelaskan kepada kamu" (Lihat Ar-Risรขlah karya Imam Syรขfi’i, hal 93 Ta’lรฎq Syaikh Ahmad Syรขkir.)
Perlu diketahui bahwa yang pertama kali merayakan maulid nabi adalah dinasti Fathimiyah yang notabennya adalah syi'ah raafidhoh. Hal ini sebagaimana yg disebutkan oleh Imam Ibnu katsier -rahimahullah- dalam Al-Bidayah Wannihaayah. Syaikh Muhammad Bakhit Al mUthii'iy Mufti mesir dulu juga pernah menyinggung hal yang sama.
Imam Al Maqrizy -rahimahullah- (seorang ahli sejarah islam) dalam bukunya "Al khutath" menjelaskan bahwa maulid Nabi mulai diperingati pada abad empat Hijriyah oleh Dinasti Fathimiyyun di Mesir.
Data-data ini menunjukkan bahwa merayakan maulid nabi tidak dikenal dikalangan salaf. Dalam bahasa sederhananya muhdats (sesuatu yang diada-adakan)
Lagipula, tanggal lahir nabi tidak diketahui secara pasti. Imam Ibnu Katsier menyebutkan bahwa tidak diketahui secara pasti tanggal kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Imam Al-Qurtuby di dalam tafsirmya juga menyebutkan khilaf para ulama tentang tanggal lahir Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Lihat pada jilid 20 hal: 194
Ala kulli haal..
Kalau memang beliau lahir pada tanggal 12 rabi'ul awaal, maka dihari itu juga beliau shallallahu alaihi wasallam wafat. Maka tidaklah kegembiraan dihari itu lebih baik daripada bersedih duka. Maksudnya, apakah pantas kita bersuka cita di hari kepergian Rasulullah..?
Pantaskah kita bersuka cita dihari terputusnya wahyu dari langit..?
Aku yakin jawabanmu pasti tidak kawan.
Engkau mungkin akan berkata, lalu bagaimana dengan firman Allah..
{ ُْูู ุจَِูุถِْู ุงِّููู َูุจِุฑَุญْู َุชِِู َูุจِุฐََِูู ََْْููููุฑَุญُูุงْ َُูู ุฎَْูุฑٌ ู ِّู َّุง َูุฌْู َุนَُูู}
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah & rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah & rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yg mereka kumpulkan" (QS: Yunus: 58)
Bukankah ini dalil tentang bolehnya merayakan hari kelahiran Rasul..? Karena beliau merupakan karunia terbesar Allah untuk manusia...?
Akhi fillah..
Kita semua sepakat bahwa beliau adalah karunia terbesar Allah untuk manusia dan seluruh alam..
Hanya saja tidak boleh menjadikan ayat ini sebagai landasan teori untuk melegalisasi perayaan maulid. Sebab tidak seorangpun dari orang-orang yang hidup di qurun mufaddhalah (era terbaik dimasa salafussholeh) yang berargumen dengan ayat ini terhadap disyariatkannya perayaan maulid nabi.
Aku ingin bertanya..
"Apakah kita lebih faham kitabullah ketimbang sahabat nabi dan tabi'in sampai-sampai luput dari mereka istidlal semacam ini..?
Di zaman mereka tidak ditemukan cara berisidlal semacam ini. Itu berarti telah terjadi konsensus bahwa yang dimaksud ayat ini bukanlah perayaan maulid nabi.
Imam Al-Qurthubi menyebutkan: Abu Said Al-Khiudry dan Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma- berkata": Fadhlullah (dalam ayat diatas pen.) adalah Al-qur'an dan Rahmat-Nya adalah Islam. (Lihat tafsir Al-Qurtuby jilid: 8 hal: 312 cet: Daar Al-Kitab Al-Araby).
Lalu bagaimana dengan kisah bahwa Allah meringankan adzab Abu lahab karena gembira dengan kelahiran nabi shallahu alaihi wasallam..?
Kisah ini dapat dijawab dari dua sisi.
Yang pertama dari sisi sanad, kisah ini tidak tsaabit. Kemudian dari sisi makna juga bertentangan dengan kaidah dan ushul syariat kita, bahwa orang kafir tdak diberi ganjaran atas amal sholehnya. Hal itu karena hilang salah satu syarat diantara syarat-syarat diterimahnya amal yaitu iman. Apalagi amalan tersebut bukan amalan yang diberi ganjaran secara dzat.. Karena mencintai anak adalah hal yg manusiawi.. Tidak diberi ganjaran secara dzatnya.
Kalau Puasanya Rasulullah pada hari senin bagaimana..?
Adapun Puasanya Rasulullah pada hari senin dengan alasan bahwa beliau lahir dan diutus dihari itu tidak menunjukkan bolehnya merayakan hari kelahirannya. Karena hadits tersebut menunjukkan sunnah agar kita melakukan puasa dihari itu setiap minggu. Kalaupun kita terima bahwa ini adalah dalinya, maka hadits menunjukkan agar kita mensyukuri nikmat lahir dan diutusnya beliau -shallallahu alaihi wasallam setiap minggu dengan berpuasa, bukan malah merayakannya dengan pesta yang meriah setahun sekali.
Tapi dalam hal ibadah tidak berlaku qiyas di dalamnya.
Didalam Risalah Al Maurud fil kalaami alal maulid oleh Imam Al Fakahaani Al Maliky disebutkan bahwa perayaan maulid merupakan sesuatu yang baru (bid'ah). Imam Ibnul Hajj al-maaliky juga mengatakan yg demikian dalam kitabnya Al Madkhal jilid: 2 hal: 11-12
Lagipula, dalam perayaan itu ada unsur tasyabbuh dengan orang-orang diluar islam yang merayakan hari kelahiran tuhan mereka. Sementara kekasih kita tercinta bersabda:
"Barang siapa yang meniru-niru suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum itu" (HR Abu Daud)
Akhi fillah..
Hendaknya seorang muslim mengikuti jejak salafussholeh dalam ibadah serta muamalahnya..
Besungguh-sungguhlah agar dengan perlahan tapi pasti engkau bisa lepas dari jerat-jerat buwaian bid'ah hasanah.
Karana sang kekasih bersabda:
"Semua bid'ah adalah sesat"
Ketahuilah...
Kecintaan yg tulus itu terwujud dalam bentuk ittiba (mengikuti petunjuknya dengan segenap jiwa dan raga)
Manisnya cinta Rasul tidak didapatkan dengan mendengar bait-bait cinta yang dilantunkan dimalam maulidan.
Bait-bait cinta yang kadang dihiasi pujian berlebihan kepada Rasulullah.
Padahal beliau bersabda:
“Jangan memujiku secara berlebihan seperti kaum Nasrani yang memuji Isa putera Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba-Nya, maka ucapkanlah, “Hamba Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Ahmad).
Orang yg paling bahagia adalah orang yg selalu mengingat Rasulullah dalam sunnahnya, meneladaninya dari cara buang hajat sampai memimpin negara.
Buktikan kalau cintamu tulus..
Kami mencintaimu wahai Rasullah..
Kami akan mengingatmu bersama jenggot yg kami biarkan tumbuh..
Bersama pakaian yang tak kami biarkan melewati mata kaki..
Kami akan mengingatmu dalam shalawat yang terucap setiap kali namamu disebut.
Dalam senyum tulus untuk saudara kami saat bertemu.
Bersama ayunan langkah ke masjid untuk sholat berjamaah.
Disaat menaiki kenderaan dengan do'a yang pernah kau ajarkan dulu..
Kami mencintaimu dengan caramu.. Dengan sunnah yang kau ajarkan dan bukan dengan bid'ah yang engkau cela..
Kami akan terus besama ahli baitmu yang mengikutimu.
Kami tidak akan mengingatmu bersama mereka ditengah manusia yang merayakan kelahiranmu setahun sekali,
Dengan Jubah yg menjulur melebihi mata kaki..
Dengan jenggot yang dicukur rapi..
Dengan ba'it ba'it pujian berlebihan yang diiringi tabuhan rebana, bunyi beduk yang bertalu-talu disertai petikan gitar gambus dimalam maulid..
Kami tidak akan merayakannya..
Kami takkan hadir..
Meski yang mengajak kami adalah mereka yang mengaku sebagai ahlul baitmu..
Sebagai anak cucukmu..
Iya, kami memang WAHHABI.. Karena kami adalah hamba Al Wahhab..
Kami mencintaimu wahai Rasulullah.. Mencintai ahlul baitmu yang shaleh serta sahabat-sahabatmu -radhiallahu anhum-...
Ya Allah.. Kurniakan untuk kami syafaat nabi-Mu
_
๐ http://abulfayruz.blogspot.com/2014/01/cinta-kami-padanya-yang-membuat-kami.html
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
๐ฎCHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
๐ https://t.me/MuliaDenganSunnah
๐ https://t.me/RisalahSunnah
๐ฐ Android app : https://goo.gl/ozGo2Q
๐ Website : https://asysyamil.com
๐ ️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
๐ฑ WA : 081381173870 Admin
❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah
Kita semua tau kalau mencintai Rasulullah shallahu alaihi wasallam merupakan pokok agama kita.
Kewajiban untuk mencintainya berada pada martabat kedua setelah kecintaan kepada Allah.
Bahkan tidak sempurna imam seseorang apabila dia tidak mencintainya lebih dari apapun selain Allah....
Beliau shallahu alaihi wasallam bersabda:
"Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian hingga aku lebih dicintainya melebihi cintanya terhadap anak-anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia" (HR. Bukhori dan Muslim)
Aku teringat sebuah ungkapan indah tentang konsekwensi cinta.
َْูู َูุงَู ุญُุจَُّู ุตَุงุฏِูุงً َูุฃَุทَุนْุชَُูู ุฅَِّู ุงูู ُุญِุจَّ ِูู َْู ุฃَุญَุจَّ ู ُุทِْููุนُ
Jikalau cintamu (kepadanya) tulus murni, niscaya engkau akan mentaatinya.
Karena sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh terhadap orang yang dicintainya
Pikirkupun membawaku pada baris-baris sabdanya yang dulu pernah kubaca:
ู ู ุนู ู ุนู ูุงً ููุณ ุนููู ุฃู ุฑูุง ููู ุฑุฏ
"Barangsiapa yang melakukan satu amalan yang tidak kemi perintahkan, maka amalan itu tertolak"
Dia tidak pernah memerintahkannya. Jadi kami tidak akan merayakannya.
Kami takut kalau amal-amal kami ditolak.
Kami juga takut bila hari yang dijanjikan itu tiba, kami ditolak saat mendekat ketelaga haudhnya.
Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda,
ููุฑุฏู ุนูู ุฃููุงู ุฃุนุฑููู ููุนุฑููููู ุซู ูุญุงู ุจููู ูุจูููู ูุฃِููู ุฅููู ู ู ุฃู ุชู ، ูููุงู : ุฅูู ูุง ุชุฏุฑู ู ุง ุฃุญุฏุซูุง ุจุนุฏู . ูุฃููู : ุณุญูุงَ ูู ู ุบّูุฑ ุจุนุฏู
"sungguh ada suatu kaum yang akan mendekat padaku (di telaga al-haudh). aku mengenal mereka dan mereka pun mengenalku. kemudian aku dan mereka dipisahkan, maka aku berkata: “mereka adalah ummatku.” kemudian dikatakan pada beliau: “engkau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu.” Maka aku pun berkata: “celakalah (menjauhlah) orang-orang yang mengubah (agama) setelahku."
(HR. Bukhari-Muslim)
Sahabat...
Karna aku tak ingin engkau juga tertolak diri telaga haudh itu, maka kutuliskan catatan kecil ini sebagai pikiran banding untukmu yang masih dibuwai oleh bid'ah hasanah...
Bukankah di dalam Al-Qur'an Allah berfirman:
ุงَْْูููู َ ุฃَْูู َْูุชُ َُููู ْ ุฏَُِูููู ْ َูุฃَุชْู َู ْุชُ ุนََُْูููู ْ ِูุนْู َุชِู َูุฑَุถِูุชُ َُููู ُ ุงูุฅِุณْูุงَู َ ุฏًِููุง
"Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu dan telah kusempurnakan bagimu nikmat-Ku dan telah kuridhoi Islam sebagai agamamu" (QS: Al-Maidah ayat: 3)
Imam Malik -rahimahullah- berkata "maka apa-apa saja yang bukan bagaian dari agama dimasa itu, maka hari ini juga tetap bukan bagian dari agama"
Engkau mungkin akan berkata padaku. "Tapi Rasul juga pernah bersabda:
“Barangsiapa yang merayakan hari kelahiranku, maka aku akan menjadi pemberi syafaatnya di hari kiamat... "
Akhi fillah..
Hadits ini tidak ada asal-usulnya atau dalam bahasa sederhananya palsu.
Andaikan hadits ini sohih, tentu para sahabat sudah mendahului kita dalam melakukannya.
Karana para sahabat -radhiallahu anhum- adalah manusia-manusia yg slalu bergegas pada kebaikan..
Apalagi ganjaran kebaikan itu adalah syafaat nabi shallahu alaihi wasallam...
Namun sayang...
Tak seorangpun dari mereka pernah merayakannya..
Sebuah tanda tanya besar, "Jika dalam maulid terdapat kebaikan,lalu mengapa perayaan ini dilalaikan oleh Abu Bakar, ‘Umar, Utsman, ‘Ali, dan sahabat lainnya, juga tabi’in dan yang mengikuti mereka dari kalangan Imam Madzhab yang empat ?
Lalu apakah kecintaan kita kepada Rasulullah sudah melebihi kecintaan shabat-sahabatnya kepada bliau.. ?
Bgini saja...
Sebenarnya siapa sih yang lahir..?
Bukankah yang lahir adalah Rasulullah..?
Lalu apakah beliau pernah merayakan kelahirannya setiap tahun..?
Kalau jawabannya iya, mana dalilnya..?
Kalau jawabannya tdak ada..
Kenapa kita berani merayakan dan menganggap perarayaan itu sebagai sebaik-baik qurbah (bentuk pendekatan diri kepada Allah) dan jalan untuk mendapatkan syafaatnya..?
Padahal kalaulah hal itu baik pastilah nabi shallallahu alaihi wasallam sudah memerintahkannya.
Karena nabi shallallahu alaihi wasallan pernah bersabda:
"Tidaklah aku meninggalkan sesuatu
dari apa yang Allรขh perintahkan kepada kamu, kecuali aku telah memerintahkannya. Dan tidak pula aku meninggalkan sesuatu dari apa yang Allรขh Ta'รขla larang kepada kamu
kecuali aku telah melarangnya.
(HR. Syรขfi’i, Al-Baihaqi, Al-Khathib al-Baghdรขdi, dan lainnya. Lihat: Silsilah ash-Shahรฎhah 4/416-417 dan komentar Syaikh Ahmad Syรขkir dalam Ta’lรฎqur-Risรขlah, hlm. 93-103)
Beliau shallallรขhu 'alaihi wasallam juga bersabda:
"Tidaklah tersisa sesuatu pun
yang bisa mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka, melainkan telah dijelaskan kepada kamu" (Lihat Ar-Risรขlah karya Imam Syรขfi’i, hal 93 Ta’lรฎq Syaikh Ahmad Syรขkir.)
Perlu diketahui bahwa yang pertama kali merayakan maulid nabi adalah dinasti Fathimiyah yang notabennya adalah syi'ah raafidhoh. Hal ini sebagaimana yg disebutkan oleh Imam Ibnu katsier -rahimahullah- dalam Al-Bidayah Wannihaayah. Syaikh Muhammad Bakhit Al mUthii'iy Mufti mesir dulu juga pernah menyinggung hal yang sama.
Imam Al Maqrizy -rahimahullah- (seorang ahli sejarah islam) dalam bukunya "Al khutath" menjelaskan bahwa maulid Nabi mulai diperingati pada abad empat Hijriyah oleh Dinasti Fathimiyyun di Mesir.
Data-data ini menunjukkan bahwa merayakan maulid nabi tidak dikenal dikalangan salaf. Dalam bahasa sederhananya muhdats (sesuatu yang diada-adakan)
Lagipula, tanggal lahir nabi tidak diketahui secara pasti. Imam Ibnu Katsier menyebutkan bahwa tidak diketahui secara pasti tanggal kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Imam Al-Qurtuby di dalam tafsirmya juga menyebutkan khilaf para ulama tentang tanggal lahir Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Lihat pada jilid 20 hal: 194
Ala kulli haal..
Kalau memang beliau lahir pada tanggal 12 rabi'ul awaal, maka dihari itu juga beliau shallallahu alaihi wasallam wafat. Maka tidaklah kegembiraan dihari itu lebih baik daripada bersedih duka. Maksudnya, apakah pantas kita bersuka cita di hari kepergian Rasulullah..?
Pantaskah kita bersuka cita dihari terputusnya wahyu dari langit..?
Aku yakin jawabanmu pasti tidak kawan.
Engkau mungkin akan berkata, lalu bagaimana dengan firman Allah..
{ ُْูู ุจَِูุถِْู ุงِّููู َูุจِุฑَุญْู َุชِِู َูุจِุฐََِูู ََْْููููุฑَุญُูุงْ َُูู ุฎَْูุฑٌ ู ِّู َّุง َูุฌْู َุนَُูู}
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah & rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah & rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yg mereka kumpulkan" (QS: Yunus: 58)
Bukankah ini dalil tentang bolehnya merayakan hari kelahiran Rasul..? Karena beliau merupakan karunia terbesar Allah untuk manusia...?
Akhi fillah..
Kita semua sepakat bahwa beliau adalah karunia terbesar Allah untuk manusia dan seluruh alam..
Hanya saja tidak boleh menjadikan ayat ini sebagai landasan teori untuk melegalisasi perayaan maulid. Sebab tidak seorangpun dari orang-orang yang hidup di qurun mufaddhalah (era terbaik dimasa salafussholeh) yang berargumen dengan ayat ini terhadap disyariatkannya perayaan maulid nabi.
Aku ingin bertanya..
"Apakah kita lebih faham kitabullah ketimbang sahabat nabi dan tabi'in sampai-sampai luput dari mereka istidlal semacam ini..?
Di zaman mereka tidak ditemukan cara berisidlal semacam ini. Itu berarti telah terjadi konsensus bahwa yang dimaksud ayat ini bukanlah perayaan maulid nabi.
Imam Al-Qurthubi menyebutkan: Abu Said Al-Khiudry dan Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma- berkata": Fadhlullah (dalam ayat diatas pen.) adalah Al-qur'an dan Rahmat-Nya adalah Islam. (Lihat tafsir Al-Qurtuby jilid: 8 hal: 312 cet: Daar Al-Kitab Al-Araby).
Lalu bagaimana dengan kisah bahwa Allah meringankan adzab Abu lahab karena gembira dengan kelahiran nabi shallahu alaihi wasallam..?
Kisah ini dapat dijawab dari dua sisi.
Yang pertama dari sisi sanad, kisah ini tidak tsaabit. Kemudian dari sisi makna juga bertentangan dengan kaidah dan ushul syariat kita, bahwa orang kafir tdak diberi ganjaran atas amal sholehnya. Hal itu karena hilang salah satu syarat diantara syarat-syarat diterimahnya amal yaitu iman. Apalagi amalan tersebut bukan amalan yang diberi ganjaran secara dzat.. Karena mencintai anak adalah hal yg manusiawi.. Tidak diberi ganjaran secara dzatnya.
Kalau Puasanya Rasulullah pada hari senin bagaimana..?
Adapun Puasanya Rasulullah pada hari senin dengan alasan bahwa beliau lahir dan diutus dihari itu tidak menunjukkan bolehnya merayakan hari kelahirannya. Karena hadits tersebut menunjukkan sunnah agar kita melakukan puasa dihari itu setiap minggu. Kalaupun kita terima bahwa ini adalah dalinya, maka hadits menunjukkan agar kita mensyukuri nikmat lahir dan diutusnya beliau -shallallahu alaihi wasallam setiap minggu dengan berpuasa, bukan malah merayakannya dengan pesta yang meriah setahun sekali.
Tapi dalam hal ibadah tidak berlaku qiyas di dalamnya.
Didalam Risalah Al Maurud fil kalaami alal maulid oleh Imam Al Fakahaani Al Maliky disebutkan bahwa perayaan maulid merupakan sesuatu yang baru (bid'ah). Imam Ibnul Hajj al-maaliky juga mengatakan yg demikian dalam kitabnya Al Madkhal jilid: 2 hal: 11-12
Lagipula, dalam perayaan itu ada unsur tasyabbuh dengan orang-orang diluar islam yang merayakan hari kelahiran tuhan mereka. Sementara kekasih kita tercinta bersabda:
"Barang siapa yang meniru-niru suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum itu" (HR Abu Daud)
Akhi fillah..
Hendaknya seorang muslim mengikuti jejak salafussholeh dalam ibadah serta muamalahnya..
Besungguh-sungguhlah agar dengan perlahan tapi pasti engkau bisa lepas dari jerat-jerat buwaian bid'ah hasanah.
Karana sang kekasih bersabda:
"Semua bid'ah adalah sesat"
Ketahuilah...
Kecintaan yg tulus itu terwujud dalam bentuk ittiba (mengikuti petunjuknya dengan segenap jiwa dan raga)
Manisnya cinta Rasul tidak didapatkan dengan mendengar bait-bait cinta yang dilantunkan dimalam maulidan.
Bait-bait cinta yang kadang dihiasi pujian berlebihan kepada Rasulullah.
Padahal beliau bersabda:
“Jangan memujiku secara berlebihan seperti kaum Nasrani yang memuji Isa putera Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba-Nya, maka ucapkanlah, “Hamba Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Ahmad).
Orang yg paling bahagia adalah orang yg selalu mengingat Rasulullah dalam sunnahnya, meneladaninya dari cara buang hajat sampai memimpin negara.
Buktikan kalau cintamu tulus..
Kami mencintaimu wahai Rasullah..
Kami akan mengingatmu bersama jenggot yg kami biarkan tumbuh..
Bersama pakaian yang tak kami biarkan melewati mata kaki..
Kami akan mengingatmu dalam shalawat yang terucap setiap kali namamu disebut.
Dalam senyum tulus untuk saudara kami saat bertemu.
Bersama ayunan langkah ke masjid untuk sholat berjamaah.
Disaat menaiki kenderaan dengan do'a yang pernah kau ajarkan dulu..
Kami mencintaimu dengan caramu.. Dengan sunnah yang kau ajarkan dan bukan dengan bid'ah yang engkau cela..
Kami akan terus besama ahli baitmu yang mengikutimu.
Kami tidak akan mengingatmu bersama mereka ditengah manusia yang merayakan kelahiranmu setahun sekali,
Dengan Jubah yg menjulur melebihi mata kaki..
Dengan jenggot yang dicukur rapi..
Dengan ba'it ba'it pujian berlebihan yang diiringi tabuhan rebana, bunyi beduk yang bertalu-talu disertai petikan gitar gambus dimalam maulid..
Kami tidak akan merayakannya..
Kami takkan hadir..
Meski yang mengajak kami adalah mereka yang mengaku sebagai ahlul baitmu..
Sebagai anak cucukmu..
Iya, kami memang WAHHABI.. Karena kami adalah hamba Al Wahhab..
Kami mencintaimu wahai Rasulullah.. Mencintai ahlul baitmu yang shaleh serta sahabat-sahabatmu -radhiallahu anhum-...
Ya Allah.. Kurniakan untuk kami syafaat nabi-Mu
_
๐ http://abulfayruz.blogspot.com/2014/01/cinta-kami-padanya-yang-membuat-kami.html
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
๐ฎCHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
๐ https://t.me/MuliaDenganSunnah
๐ https://t.me/RisalahSunnah
๐ฐ Android app : https://goo.gl/ozGo2Q
๐ Website : https://asysyamil.com
๐ ️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
๐ฑ WA : 081381173870 Admin
Tips Mudah Memahami Bid'ah
Tips Mudah Memahami Bid'ah
-----
Sekarang ini kita sering denger orang bilang bid'ah, bid'ah. Emang bid'ah Itu sendiri apa sih ?
Bid'ah merupakan tambahan atau perkara baru di dalam agama. Bid'ah merupakan perbuatan ibadah yang sia-sia, bahkan tidak diterima oleh Allah meskipun niat pelakunya adalah baik.
Hal ini sebagaimana sabda Nabi,
"Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak" . (HR Bukhari Muslim)
Nah, ada sedikit tips atau cara mudah untuk lebih memahami perkara bid'ah ini, di antaranya adalah sebagai berikut :
Pertama, Bid'ah itu hanya dalam perkara Ibadah.
Jadi, bid'ah yang tercela yang dimaksudkan oleh Nabi hanya terjadi di dalam perkara Ibadah. Adapun dalam perkara dunia, seperti adzan dengan speaker, berdakwah lewat media social, berangkat haji dengan pesawat, maka ini semua tidak termasuk ke dalam bid'ah yang Nabi maksud.
Kedua, Suatu perbuatan ibadah yang pada zaman Nabi dan Sahabatnya memungkinkan untuk mereka lakukan, namun mereka tidak melakukannya, maka perbuatan ibadah tersebut adalah bid'ah.
Sebagai contoh, dulu banyak Para Sahabat yang gugur di medan perang. Namun Nabi dan Para Sahabat tidak melakukan ibadah khusus, selamatan kematian untuk Para Sahabat yang mati ini.
Apakah Nabi dan Para Sahabat memungkinkan untuk mengadakan hal ini ?
Ya, memungkinkan. Akan tetapi mereka tidak melakukannya, maka perkara ini termasuk ke dalam bid'ah.
Nah, mulai sekarang jangan adalagi ya bilang "naek onta aja sono" , "ngapain pake HP" , "ngapain facebookan" , dan perkataan lain yang semisal ketika dikasih tau tentang bid'ah.
Point intinya, apabila kita ingin melakukan suatu Ibadah, coba cek dulu, ada ndak dalilnya dari Nabi. Ada diamalkan ndak oleh Nabi dan Para Sahabatnya.
Sekian, semoga bermanfaat....
✏ Boris Tanesia
๐ฒ IG dan TG @kajianislamchannel
-----
Sekarang ini kita sering denger orang bilang bid'ah, bid'ah. Emang bid'ah Itu sendiri apa sih ?
Bid'ah merupakan tambahan atau perkara baru di dalam agama. Bid'ah merupakan perbuatan ibadah yang sia-sia, bahkan tidak diterima oleh Allah meskipun niat pelakunya adalah baik.
Hal ini sebagaimana sabda Nabi,
"Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak" . (HR Bukhari Muslim)
Nah, ada sedikit tips atau cara mudah untuk lebih memahami perkara bid'ah ini, di antaranya adalah sebagai berikut :
Pertama, Bid'ah itu hanya dalam perkara Ibadah.
Jadi, bid'ah yang tercela yang dimaksudkan oleh Nabi hanya terjadi di dalam perkara Ibadah. Adapun dalam perkara dunia, seperti adzan dengan speaker, berdakwah lewat media social, berangkat haji dengan pesawat, maka ini semua tidak termasuk ke dalam bid'ah yang Nabi maksud.
Kedua, Suatu perbuatan ibadah yang pada zaman Nabi dan Sahabatnya memungkinkan untuk mereka lakukan, namun mereka tidak melakukannya, maka perbuatan ibadah tersebut adalah bid'ah.
Sebagai contoh, dulu banyak Para Sahabat yang gugur di medan perang. Namun Nabi dan Para Sahabat tidak melakukan ibadah khusus, selamatan kematian untuk Para Sahabat yang mati ini.
Apakah Nabi dan Para Sahabat memungkinkan untuk mengadakan hal ini ?
Ya, memungkinkan. Akan tetapi mereka tidak melakukannya, maka perkara ini termasuk ke dalam bid'ah.
Nah, mulai sekarang jangan adalagi ya bilang "naek onta aja sono" , "ngapain pake HP" , "ngapain facebookan" , dan perkataan lain yang semisal ketika dikasih tau tentang bid'ah.
Point intinya, apabila kita ingin melakukan suatu Ibadah, coba cek dulu, ada ndak dalilnya dari Nabi. Ada diamalkan ndak oleh Nabi dan Para Sahabatnya.
Sekian, semoga bermanfaat....
✏ Boris Tanesia
๐ฒ IG dan TG @kajianislamchannel
Mengenal Bid'ah
Mengenal Bid'ah
ุงูุฃุตู ูู ุงูุนุจุงุฏุงุช ุงูุญุธุฑุงูุง ู ุง ูุฑุฏ ุนู ุงูุดุงุฑุน ุชุดุฑูุนู
“Hukum asal suatu ibadah adalah terlarang, sampai ada dalil yang menunjukkan bahwa ibadah tersebut disyari’atkan”
Seorang yang pernah belajar ilmu agama, pasti memahami kaidah di atas, khususnya seorang yang belajar kaidah fikih. Berbicara masalah dunia saja membutuhkan ilmu, dan yang berbicara bukanlah sembarang orang, namun harus yang ahli di bidangnya. Terlebih lagi masalah akhirat yang dibicarakan, tentu tidak sembarang orang yang bisa angkat suara.
Sebagian kaum muslimin, ‘alergi’ dengan kata bid’ah. Terkadang mereka langsung antipati jika seorang da’i yang menyampaikan nasihat, dan isi nasihat itu terkait dengan bid’ah. Namun ketahuilah wahai saudara kami seiman, istilah tersebut telah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam gunakan sejak dulu. Beliau bersabda,
َูุฅَِّูุงُูู ْ َูู ُุญْุฏَุซุงَุชِ ุงْูุฃُู ُْูุฑِ َูุฅَِّู َُّูู ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถَูุงََูุฉٌ
“…berhati-hatilah kalian dengan perkara yang muhdatsat (perkara yang di ada-adakan), karena setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, At-Tirmidzi berkata, “Hadist Hasan Shahih.”)
Perkara yang muhdats di sini, bukanlah terkait dalam masalah dunia, namun terbatas dalam masalah agama saja. Seperti hadits yang diriwayatkan dari Ummul Mukiminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู َْู ุฃَุญْุฏَุซَ ِูู ุฃَู ْุฑَِูุง َูุฐَุง ู َุง َْููุณَ ู ُِْูู ََُููู ุฑَุฏٌّ
“Barangsiapa yang membuat perkara baru (ุฃَุญْุฏَุซَ) dalam urusan (agama) kami ini yang bukan dari ajarannya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalil lain bahwa ‘kreasi’ (membuat perkara baru) itu hanya boleh dalam masalah dunia saja, bukan masalah agama, berdasarkan sabda Nabi
ุฃَْูุชُู ْ ุฃَุนَْูู ُ ุจِุฃَู ْุฑِ ุฏَُْููุงُูู ْ
“…kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.” (HR. Muslim)
๐ฒ IG dan TG @kajianislamchannel
ุงูุฃุตู ูู ุงูุนุจุงุฏุงุช ุงูุญุธุฑุงูุง ู ุง ูุฑุฏ ุนู ุงูุดุงุฑุน ุชุดุฑูุนู
“Hukum asal suatu ibadah adalah terlarang, sampai ada dalil yang menunjukkan bahwa ibadah tersebut disyari’atkan”
Seorang yang pernah belajar ilmu agama, pasti memahami kaidah di atas, khususnya seorang yang belajar kaidah fikih. Berbicara masalah dunia saja membutuhkan ilmu, dan yang berbicara bukanlah sembarang orang, namun harus yang ahli di bidangnya. Terlebih lagi masalah akhirat yang dibicarakan, tentu tidak sembarang orang yang bisa angkat suara.
Sebagian kaum muslimin, ‘alergi’ dengan kata bid’ah. Terkadang mereka langsung antipati jika seorang da’i yang menyampaikan nasihat, dan isi nasihat itu terkait dengan bid’ah. Namun ketahuilah wahai saudara kami seiman, istilah tersebut telah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam gunakan sejak dulu. Beliau bersabda,
َูุฅَِّูุงُูู ْ َูู ُุญْุฏَุซุงَุชِ ุงْูุฃُู ُْูุฑِ َูุฅَِّู َُّูู ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถَูุงََูุฉٌ
“…berhati-hatilah kalian dengan perkara yang muhdatsat (perkara yang di ada-adakan), karena setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, At-Tirmidzi berkata, “Hadist Hasan Shahih.”)
Perkara yang muhdats di sini, bukanlah terkait dalam masalah dunia, namun terbatas dalam masalah agama saja. Seperti hadits yang diriwayatkan dari Ummul Mukiminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู َْู ุฃَุญْุฏَุซَ ِูู ุฃَู ْุฑَِูุง َูุฐَุง ู َุง َْููุณَ ู ُِْูู ََُููู ุฑَุฏٌّ
“Barangsiapa yang membuat perkara baru (ุฃَุญْุฏَุซَ) dalam urusan (agama) kami ini yang bukan dari ajarannya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalil lain bahwa ‘kreasi’ (membuat perkara baru) itu hanya boleh dalam masalah dunia saja, bukan masalah agama, berdasarkan sabda Nabi
ุฃَْูุชُู ْ ุฃَุนَْูู ُ ุจِุฃَู ْุฑِ ุฏَُْููุงُูู ْ
“…kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.” (HR. Muslim)
๐ฒ IG dan TG @kajianislamchannel
Senin, 20 November 2017
APAKAH MAULID NABI ITU BUKAN IBADAH?
APAKAH MAULID NABI ITU BUKAN IBADAH?
Mengatakan bahwa perayaan Maulid Nabi bukan ibadah???
Agar manusia boleh merayakannya??
Hehe…itu sama saja dengan membohongi dan membodohi diri sendiri. Lha wong banyak kyai, ustadz, habib, dan tokoh2 agama yang mengatakan bahwa perayaan Maulid Nabi adalah termasuk bagian dari ibadah. Bagaimana bisa seorang murid mengatakan bhw itu adalah bukan ibadah, sdgkan guru2nya sendiri mengatakan itu adalah ibadah. Apakah muridnya merasa lebih pintar dari gurunya?
Seandainya perayaan maulid bukan ibadah, lantas kenapa mereka berusaha mencari2 dan mentakwil dalil2 tentang maulid?
Sampe sekarang masih mencari2 dalil yg sekiranya cocok utk dijadikan hujjah, namun belum ketemu juga yg cocok dan masih mudah dibantah. Kalo itu bukan ibadah, gak perlu repot2 cari dalil utk pembenaran.Contoh, pake celana jeans bukan termasuk ibadah, jadi ngapain repot2 cari dalil tentang keutamaan celana jeans?!
Seandainya perayaan maulid nabi bukan ibadah, toh buktinya orang2 yang hadir mendatangi maulid menyakini agar mereka mendapat keutamaan dan pahala. Bahkan banyak dari orang-orang pelaku kemaksiatan seperti preman, dsb yang menghadirinya, dan mereka pura-pura menjadi alim dan shalih pada perayaan itu saja.
Seandainya perayaan maulid bukan ibadah, lantas kenapa dirayakan di tempat-tempat yang religi seperti masjid, majlis taklim, dan semisalnya yg berbau agama?
Kenapa tdk di rumah masing2 atau di kantor, pasar, mall, kafe, dsb?
Seandainya perayaan maulid bukan ibadah, lantas kenapa didalamnya diisi dgn acara-acara yg berbau ibadah?
Spt shalawatan, dzikir, doa, ceramah, dsb?
Kenapa isi acaranya tidak seperti acara-acara yang bersifat duniawi seperti acara arisan, rapat, seminar, reuni, dsb. Seandainya perayaan maulid bukan ibadah, lantas kenapa harus memanggil tokoh2 agama spt kyai, ustadz, habib, dsb?Kenapa tidak memanggil tokoh politik, group band, penyanyi dangdut seperti ayu ting ting, pelawak, pesulap, dll?
Dan masih byk lagi jawabannya…
Yang mengatakan perayaan maulid bukan ibadah, tidak lain hanya untuk membodohi dan membohongi dirinya sendiri. Berawal mereka mencari2 dalil namun mereka tidak menemukannya, apalagi masih mudah dibantah takwil-takwil yang dipakai, kemudian mereka bingung mau pake dalil apa lagi?!
Akhirnya mereka pun menyerah, dan kemudian mengatakan bahwa perayaan maulid nabi bukan ibadah?!
Perkataan mereka itu hakikatnya malah jauh lebih lemah dari hujjah mereka sebelumnya?!
Wallahu alam.
Oleh Abu Fahd Negara Tauhid
Read more https://aslibumiayu.net/4184-apakah-maulid-nabi-itu-bukan-ibadah-kira-kira-maulid-nabi-itu-ibadah-atau-bukan-ya.html
Peringatan Maulid Nabi
*TANYA USTADZ* ❓
*Peringatan Maulid Nabi*
_apa hukumnya peringatan nabi muhammad saw....apa betul itu bidah...mohon penjelasannya...._
✍ *Dijawab Oleh Ustadz Mukhsin Suadi,Lc MA dewan redaksi salamdakwah.com*
▶ _Berikut terjemahan dari fatwa syaikh Ibnu Baz:_
*Peringatan hari kelahiran adalah Bid’ah maka tidak boleh memperingati hari kelahiran, baik itu kelahiran Rasul shallallahu alaihi wa sallam atau yang selainnya, ini karena Rasul shallallahu alaihi wa sallam bersabda:*
*«ุฅูุงูู ูู ุญุฏุซุงุช ุงูุฃู ูุฑ، ูุฅู ูู ู ุญุฏุซุฉ ุจุฏุนุฉ، ููู ุจุฏุนุฉ ุถูุงูุฉ.ุฃุฎุฑุฌู ุฃุจู ุฏุงูุฏ ุฑูู 4607 ู ุงูุชุฑู ุฐู ุฑูู 2676 ุนู ุงูุนุฑุจุงุถ ุจู ุณุงุฑูุฉ ูุตุญุญ ุงูุฃูุจุงูู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ*
_“Dan hati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan”_
_….peringatan maulid adalah Bid’ah (karena.pen) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya tidak melaksanakannya. Cukuplah bagi seorang Mu’min untuk mencontoh sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan berjalan diatas manhajnya serta tidak mengada-adakan perkara baru dalam agama. Mencintai Rasul shallallahu alaihi wa sallam tidak(diwujudkan.pen) dengan Bid’ah-Bid’ah akan tetapi itu (diwujudkan.pen) dengan mengikuti jalan beliau, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan beliau. (Fatawa Nur Ala Ad-Darb oleh syaikh Ibnu Baz juz.3 hal.42)_๐
_Peringatan Maulid nabi shallallahu alaihi wa sallam dimulai pada zaman kerajaan Fathimiyah di mesir, jauh setelah zaman sahabat, kalaulah seandainya perkara itu baik tentulah para sahabat akan melaksanakannya karena ini termasuk agama._
_Wallahu a’lam_
http://bit.ly/2zWHlyy
══ ¤❁✿❁¤ ═══
‼️Gabung dan ikuti Sekarang juga di Group dan Channel salamdakwah dengan setiap harinya anda mendapatkan :
✅Video Kajian Terbaru
✅Aktualita Ilmiah
✅Tanya Ustadz
✅Salamdakwah Image
๐ฒ TG Channel @salamdakwah
๐ฒ Group Telegram-Ikhwan(Laki-Laki)+628158000044
๐ฒPIN BBM: DAB61683
๐ฒGroup WA Ikhwan(Laki-Laki) +6285819242061
๐ฒGroup WA Akhwat(Wanita)
Format daftar Salamdakwah(spasi) Nama(spasi) asal kota kirim ke +6281510522222
=====๐ ======
๐ www.salamdakwah.com
๐บ http://bit.ly/salwatv
๐ฒTwitter @salamdakwah
๐ธInstagram @salamdakwah
๐ฒPath @salamdakwah
======๐ ======
Download Sekarang ‼️
๐ฒ SunnahGO Android http://bit.ly/sunnahgo
๐ฒSunnahGO iOS http://bit.ly/sunnahgoios
*Peringatan Maulid Nabi*
_apa hukumnya peringatan nabi muhammad saw....apa betul itu bidah...mohon penjelasannya...._
✍ *Dijawab Oleh Ustadz Mukhsin Suadi,Lc MA dewan redaksi salamdakwah.com*
▶ _Berikut terjemahan dari fatwa syaikh Ibnu Baz:_
*Peringatan hari kelahiran adalah Bid’ah maka tidak boleh memperingati hari kelahiran, baik itu kelahiran Rasul shallallahu alaihi wa sallam atau yang selainnya, ini karena Rasul shallallahu alaihi wa sallam bersabda:*
*«ุฅูุงูู ูู ุญุฏุซุงุช ุงูุฃู ูุฑ، ูุฅู ูู ู ุญุฏุซุฉ ุจุฏุนุฉ، ููู ุจุฏุนุฉ ุถูุงูุฉ.ุฃุฎุฑุฌู ุฃุจู ุฏุงูุฏ ุฑูู 4607 ู ุงูุชุฑู ุฐู ุฑูู 2676 ุนู ุงูุนุฑุจุงุถ ุจู ุณุงุฑูุฉ ูุตุญุญ ุงูุฃูุจุงูู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ*
_“Dan hati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan”_
_….peringatan maulid adalah Bid’ah (karena.pen) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya tidak melaksanakannya. Cukuplah bagi seorang Mu’min untuk mencontoh sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan berjalan diatas manhajnya serta tidak mengada-adakan perkara baru dalam agama. Mencintai Rasul shallallahu alaihi wa sallam tidak(diwujudkan.pen) dengan Bid’ah-Bid’ah akan tetapi itu (diwujudkan.pen) dengan mengikuti jalan beliau, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan beliau. (Fatawa Nur Ala Ad-Darb oleh syaikh Ibnu Baz juz.3 hal.42)_๐
_Peringatan Maulid nabi shallallahu alaihi wa sallam dimulai pada zaman kerajaan Fathimiyah di mesir, jauh setelah zaman sahabat, kalaulah seandainya perkara itu baik tentulah para sahabat akan melaksanakannya karena ini termasuk agama._
_Wallahu a’lam_
http://bit.ly/2zWHlyy
══ ¤❁✿❁¤ ═══
‼️Gabung dan ikuti Sekarang juga di Group dan Channel salamdakwah dengan setiap harinya anda mendapatkan :
✅Video Kajian Terbaru
✅Aktualita Ilmiah
✅Tanya Ustadz
✅Salamdakwah Image
๐ฒ TG Channel @salamdakwah
๐ฒ Group Telegram-Ikhwan(Laki-Laki)+628158000044
๐ฒPIN BBM: DAB61683
๐ฒGroup WA Ikhwan(Laki-Laki) +6285819242061
๐ฒGroup WA Akhwat(Wanita)
Format daftar Salamdakwah(spasi) Nama(spasi) asal kota kirim ke +6281510522222
=====๐ ======
๐ www.salamdakwah.com
๐บ http://bit.ly/salwatv
๐ฒTwitter @salamdakwah
๐ธInstagram @salamdakwah
๐ฒPath @salamdakwah
======๐ ======
Download Sekarang ‼️
๐ฒ SunnahGO Android http://bit.ly/sunnahgo
๐ฒSunnahGO iOS http://bit.ly/sunnahgoios
BACALAH DZIKIR INI DALAM POSISI KAKI TETAP SEPERTI DALAM DUDUK TASYAHUD ๐
✏ Dari Abdurrahman bin Ghanm, dari Nabi ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู bahwasanya beliau bersabda,
"Barang siapa membaca sebelum berpaling dan merubah kedua kakinya dari shalat Maghrib dan shalat Shubuh,
” َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู َُูู ุงْูู ُُْูู ََُููู ุงْูุญَู ْุฏُ ُูุญِْูู َُููู ِูุชُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ “
๐ "Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wayumiitu wahuwa 'ala kulli syai'in qadir" (sepuluh kali).
Maka:
1⃣ Setiap satu kali (bacaan) dicatat untuknya sepuluh kebaikan.
2⃣ Dihapus darinya sepuluh kejelekan.
3⃣ Diangkat untuknya sepuluh derajat.
4⃣ Menjaganya dari segala yang tidak disenangi.
5⃣ Menjaganya dari setan.
6⃣ Tidak ada dosa yang bisa membinasakannya, kecuali syirik.
7⃣ Dan dia menjadi orang yang paling afdhal amalannya, kecuali orang yang melebihi dia dengan membaca yang lebih afdhal dari yang dia baca."
๐ HR. Ahmad, dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib (478).
✍๐ผ Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid
□ Channel Nisaa Assunnah
•┈•◎❅❀❦❖๐ท๐ป๐๐ป๐ท❖❦❀❅◎•┈•
๐ฎ *CHANNEL MUTIARA FAEDAH*
๐ Telegram https://t.me/MutiaraFaedah
๐ https://t.me/MuliaDenganSunnah
๐ฐ Android app : https://goo.gl/ozGo2Q
๐ Website : https://asysyamil.com
๐ ️ FB : goo.gl/QmYFwl
๐ฑ WA : 082369896570 Admin
◎❅❀๐ท *Khusus Muslimah* ๐ท❀❅◎
( Untuk join grup silahkan kirim pesan via WA format : Daftar/Nama/Kota Domisili )
✏ Dari Abdurrahman bin Ghanm, dari Nabi ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู bahwasanya beliau bersabda,
"Barang siapa membaca sebelum berpaling dan merubah kedua kakinya dari shalat Maghrib dan shalat Shubuh,
” َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู َُูู ุงْูู ُُْูู ََُููู ุงْูุญَู ْุฏُ ُูุญِْูู َُููู ِูุชُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ “
๐ "Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wayumiitu wahuwa 'ala kulli syai'in qadir" (sepuluh kali).
Maka:
1⃣ Setiap satu kali (bacaan) dicatat untuknya sepuluh kebaikan.
2⃣ Dihapus darinya sepuluh kejelekan.
3⃣ Diangkat untuknya sepuluh derajat.
4⃣ Menjaganya dari segala yang tidak disenangi.
5⃣ Menjaganya dari setan.
6⃣ Tidak ada dosa yang bisa membinasakannya, kecuali syirik.
7⃣ Dan dia menjadi orang yang paling afdhal amalannya, kecuali orang yang melebihi dia dengan membaca yang lebih afdhal dari yang dia baca."
๐ HR. Ahmad, dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib (478).
✍๐ผ Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid
□ Channel Nisaa Assunnah
•┈•◎❅❀❦❖๐ท๐ป๐๐ป๐ท❖❦❀❅◎•┈•
๐ฎ *CHANNEL MUTIARA FAEDAH*
๐ Telegram https://t.me/MutiaraFaedah
๐ https://t.me/MuliaDenganSunnah
๐ฐ Android app : https://goo.gl/ozGo2Q
๐ Website : https://asysyamil.com
๐ ️ FB : goo.gl/QmYFwl
๐ฑ WA : 082369896570 Admin
◎❅❀๐ท *Khusus Muslimah* ๐ท❀❅◎
( Untuk join grup silahkan kirim pesan via WA format : Daftar/Nama/Kota Domisili )
Jumat, 17 November 2017
SHALAHUDDIN AL AYUBI MEMPELOPORI PERINGATAN MAULID
Shalahuddin Al Ayubi Mempelopori Peringatan Maulid
Di negeri ini lebih terkenal kalau Shalahuddin Al Ayubi adalah pelopor Maulid Nabi dalam rangka menyemangati para pemuda.
Kami merasa aneh kenapa pejuang Sunnah yang anti Rafidhah (Syi’ah) malah diklaim sebagai pemrakarsa perayaan Maulid. Perlu diketahui bahwa Shalahuddin Al Ayubi adalah seorang raja dan panglima Islam. Beliau bahkan yang melenyapkan perayaan Maulid yang sebenarnya diprakarsai oleh Dinasti Fatimiyyun sebagaimana dinyatakan oleh banyak ahli sejarah. Berikut perkataan ahli sejarah mengenai Maulid Nabi.
Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura, maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah al Zahra, maulid khalifah yang sedang berkuasa, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya’ban, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Ramadhan, perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan ‘Idul Fithri, perayaan ‘Idul Adha, perayaan ‘Idul Ghadir, perayaan musim dingin dan musim panas, perayaan malam Al Kholij, hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah), dan hari Rukubaat.”[12]
Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam (hal. 44) mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maulid ‘Ali, maulid Fatimah, maulid Al Hasan, maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H.
Begitu pula Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ (hal. 251) dan Al Ustadz ‘Ali Fikriy dalam Al Muhadhorot Al Fikriyah (hal. 84) juga mengatakan bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun).[13]
Lalu siapakah sebenarnya ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun)?
Al Qodhi Al Baqillaniy menulis kitab khusus untuk membantah Fatimiyyun yang beliau namakan “Kasyful Asror wa Hatkul Astar (Menyingkap rahasia dan mengoyak tirai)”. Dalam kitab tersebut, beliau membuka kedok Fatimiyyun dengan mengatakan, “Mereka adalah suatu kaum yang menampakkan pemahaman Rafidhah (Syi’ah) dan menyembunyikan kekufuran semata.”
Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni Ad Dimasqiy mengatakan, “Tidak disangsikan lagi, jika kita melihat pada sejarah kerajaan Fatimiyyun, kebanyakan dari raja (penguasa) mereka adalah orang-orang yang zholim, sering menerjang perkara yang haram, jauh dari melakukan perkara yang wajib, paling semangat dalam menampakkan bid’ah yang menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah, dan menjadi pendukung orang munafik dan ahli bid’ah. Perlu diketahui, para ulama telah sepakat bahwa Daulah Bani Umayyah, Bani Al ‘Abbas (‘Abbasiyah) lebih dekat pada ajaran Allah dan Rasul-Nya, lebih berilmu, lebih unggul dalam keimanan daripada Daulah Fatimiyyun. Dua daulah tadi lebih sedikit berbuat bid’ah dan maksiat daripada Daulah Fatimiyyun. Begitu pula khalifah kedua daulah tadi lebih utama daripada Daulah Fatimiyyun.”
Beliau rahimahullah juga mengatakan, “Bani Fatimiyyun adalah di antara manusia yang paling fasik (banyak bermaksiat) dan paling kufur.”[14]
Bani Fatimiyyun atau ‘Ubaidiyyun juga menyatakan bahwa mereka memiliki nasab (silsilah keturunan) sampai Fatimah. Ini hanyalah suatu kedustaan. Tidak ada satu pun ulama yang menyatakan demikian.
Ahmad bin ‘Abdul Halim juga mengatakan dalam halaman yang sama, “Sudah diketahui bersama dan tidak bisa disangsikan lagi bahwa siapa yang menganggap mereka di atas keimanan dan ketakwaan atau menganggap mereka memiliki silsilah keturunan sampai Fatimah, sungguh ini adalah suatu anggapan tanpa dasar ilmu sama sekali. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al Israa’: 36). Begitu juga Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali orang yang bersaksi pada kebenaran sedangkan mereka mengetahuinya.” (QS. Az Zukhruf: 86). Allah Ta’ala juga mengatakan saudara Yusuf (yang artinya), “Dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui.” (QS. Yusuf: 81). Perlu diketahui bahwa tidak ada satu pun ulama yang menyatakan benarnya silsilah keturunan mereka sampai pada Fatimah.”[15]
Begitu pula Ibnu Khallikan mengatakan, “Para ulama peneliti nasab mengingkari klaim mereka dalam nasab [yang katanya sampai pada Fatimah].”[16]
‘Abdullah At Tuwaijiriy mengatakan, “Al Qodhi Abu Bakr Al Baqillaniy dalam kitabnya ‘yang menyingkap rahasia dan mengoyak tirai Bani ‘Ubaidiyyun’, beliau menyebutkan bahwa Bani Fatimiyyun adalah keturunan Majusi. Cara beragama mereka lebih parah dari Yahudi dan Nashrani. Bahkan yang paling ekstrim di antara mereka mengklaim ‘Ali sebagai ilah (Tuhan yang disembah) atau ada sebagian mereka yang mengklaim ‘Ali memiliki kenabian. Sungguh Bani Fatimiyyun ini lebih kufur dari Yahudi dan Nashrani.
Al Qodhi Abu Ya’la dalam kitabnya Al Mu’tamad menjelaskan panjang lebar mengenai kemunafikan dan kekufuran Bani Fatimiyyun. Begitu pula Abu Hamid Al Ghozali membantah aqidah mereka dalam kitabnya Fadho-ihul Bathiniyyah (Mengungkap kesalahan aliran Batiniyyah).”[17]
Bagaimana mungkin Shalahuddin menghidupkan perayaan Maulid sedangkan beliau sendiri yang menumpas ‘Ubaidiyyun?! Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,
ุตََูุงุญِ ุงูุฏِِّูู ุงَّูุฐِู َูุชَุญَ ู
ِุตْุฑَ ؛ َูุฃَุฒَุงَู ุนََْููุง ุฏَุนَْูุฉَ ุงูุนุจูุฏููู ู
ِْู ุงَْููุฑَุงู
ِุทَุฉِ ุงْูุจَุงุทَِِّููุฉِ َูุฃَุธَْูุฑَ َِูููุง ุดَุฑَุงุฆِุนَ ุงْูุฅِุณَْูุงู
ِ
“Sholahuddin-lah yang menaklukkan Mesir. Beliau menghapus dakwah ‘Ubaidiyyun yang menganut aliran Qoromithoh Bathiniyyah (aliran yang jelas sesatnya, pen). Shalahuddin-lah yang menghidupkan syari’at Islam di kala itu.”[18]
Dalam perkataan lainnya, Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,
َูุชَุญََูุง ู
ُُُููู ุงูุณَُّّูุฉ ู
ِุซُْู ุตََูุงุญِ ุงูุฏِِّูู َูุธََูุฑَุชْ َِูููุง َِููู
َุฉُ ุงูุณَُّّูุฉِ ุงْูู
ُุฎَุงَِููุฉُ ِููุฑَّุงِูุถَุฉِ ุซُู
َّ ุตَุงุฑَ ุงْูุนِْูู
ُ َูุงูุณَُّّูุฉُ َْููุซُุฑُ ุจَِูุง ََููุธَْูุฑُ
“Negeri Mesir kemudian ditaklukkan oleh raja yang berpegang teguh dengan Sunnah yaitu Shalahuddin. Beliau yang menampakkan ajaran Nabi yang shahih di kala itu, berseberangan dengan ajaran Rafidhah (Syi’ah). Di masa beliau, akhirnya ilmu dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin terbesar luas.”[19][20]
Dari penjelasan ini, sangat mustahil jika kita katakan bahwa Shalahuddin Al Ayubi yang menjadi pelopor perayaan Maulid, padahal beliau sendiri yang menumpas ‘Ubaidiyyun. Sungguh, jika ada yang menyatakan bahwa Shalahuddin sebagai pelopor Maulid, maka ini sama saja memutar balikkan sejarah. Sejarah yang benar, Shalahuddin itu menumpas ‘Ubaidiyyun sebelum diadakan perang salib karena ‘Ubaidiyyun yang sebenarnya melemahkan kaum muslimin dengan maulid yang mereka ada-adakan. Namun inilah kenyataan sejarah yang direkayasa yang diputarbalik dan disebar di negeri ini. Hanya Allah yang beri taufik.
IBNU TAIMIYAH MEMBOLEHKAN MAULID
Berdusta Atas Nama Ulama Bila Mengatakan Ibnu Taimiyah Membolehkan Maulid Nabi
Ada orang yang menyangka bahwa Ibnu Taimiyah membolehkan Maulid lewat nukilan dari tulisan beliau pada Kitab Iqtidha Sirothol Mustaqim.
Saya ajak ikhwan semua untuk meneliti apakah yang dikatakan oleh yang bersangkutan memang benar atau hanya sebuah pengelabuan.
Kitab yang digunakan sebagai sandaran dalam hal ini adalah kitab Iqtidlaa’ Shiraathil-Mustaqiim karya Ibnu Taimiyah terbitan Darl fikr libanon
Adapun terbitan yang saya gunakan sebagai pembanding adalah terbitan Maktabah Ar-Rusyd – Riyadl (terdiri dari dua jilid), tahqiq : Prof. Dr. Naashir bin ‘Abdil-Karim Al-‘Aql hafidhahullah.
Perlu diketahui bahwa pembahasan ini secara khusus untuk mengungkapkan pendapat Ibnu Taimiyah yang sebenarnya tentang Maulid, bukan bid’ah tidaknya Maulid.
Silahkan mendownload kitab Iqtidlaa’ Shiraathil-Mustaqiim agar tidak ada keraguan dan kecurangan dalam Pembahasan ini
Download
Kalimat yang dinukil sebagai alasan bahwa Ibnu Taimiyah membolehkan Maulid adalah sebagai berikut :
ูุชุนุธูู ุงูู ููุฏ ، ูุงุชุฎุงุฐู ู ูุณู ًุง ، ูุฏ ููุนูู ุจุนุถ ุงููุงุณ ، ููููู ูู ููู ุฃุฌุฑ ุนุธูู ูุญุณู ูุตุฏู ، ูุชุนุธูู ู ูุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
“Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutin, segolongan orang terkadang melakukannya. Dan mereka mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya kepada Rasulullah SAW..”
Mereka mengatakan ini terdapat didalam Kitab Iqtidha sirathal Mustaqim cet. Darul Fikr Lebanon th.1421 H hal 269
Terus terang saya kesulitan untuk mendapatkan cetakan Darul Fikr, Namun dalam cetakan Maktabah Ar-Rusyd tulisan tersebut terdapat dalam halaman 621 baris terakhir dan awal halaman 622 dengan teks yang sama.
Lebih lengkap saya postingkan kalimatnya:
ูุชุนุธูู ุงูู ููุฏ، ูุงุชุฎุงุฐู ู ูุณู ًุง، ูุฏ ููุนูู ุจุนุถ ุงููุงุณ، ููููู ูู ููู ุฃุฌุฑ ุนุธูู ูุญุณู ูุตุฏู، ูุชุนุธูู ู ูุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ، ูู ุง ูุฏู ุชู ูู ุฃูู ูุญุณู ู ู ุจุนุถ ุงููุงุณ، ู ุง ูุณุชูุจุญ ู ู ุงูู ุคู ู ุงูู ุณุฏุฏ . ูููุฐุง ููู ููุฅู ุงู ุฃุญู ุฏ ุนู ุจุนุถ ุงูุฃู ุฑุงุก : ุฅูู ุฃููู ุนูู ู ุตุญู ุฃูู ุฏููุงุฑ ، ุฃู ูุญู ุฐูู ููุงู : ุฏุนูู ، ููุฐุง ุฃูุถู ู ุง ุฃููููุง ููู ุงูุฐูุจ ، ุฃู ูู ุง ูุงู . ู ุน ุฃู ู ุฐูุจู ุฃู ุฒุฎุฑูุฉ ุงูู ุตุงุญู ู ูุฑููุฉ . … ุฅูู ุง ูุตุฏู ุฃู ูุฐุง ุงูุนู ู ููู ู ุตูุญุฉ ، ูููู ุฃูุถًุง ู ูุณุฏุฉ ูุฑู ูุฃุฌููุง . ููุคูุงุก ุฅู ูู ููุนููุง ูุฐุง ، ูุฅูุง ุงุนุชุงุถูุง ุจูุณุงุฏ ูุง ุตูุงุญ ููู ، ู ุซู ุฃู ูููููุง ูู ูุชุงุจ ู ู ูุชุจ ุงููุฌูุฑ
“Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutin, segolongan orang terkadang melakukannya. Dan mereka mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya kepada Rasulullah SAW, sebagaimana yang aku telah jelaskan sebelumnya bahwasanya itu baik untuk sebagian orang tapi tidak baik untuk Mukmin yang lurus….
Oleh karena itu, dikatakan kepada imam Ahmad tentang beberapa Umara: Sesungguhnya umara tersebut telah menginfaqkan 1000 dinar untuk sebuah Mushaf. Maka beliau berkata:”biarkan mereka melakukan itu, itulah infaq terbaik yang dapat mereka lakukan dengan emas”, Padahal mazhabnya memakruhkan menghias Mushaf-Mushaf…. Sesungguhnya Qasadnya pada amal ini adalah maslahah, dan sekalipun padanya ada mafsadah yang dibenci.
Jika mereka tidak melakukan itu, maka mereka akan melakukan keburukan lain yang tidak ada kebaikan padanya, seperti menginfakkannya untuk kitab-kitab tak bermoral”.
Ikhwah sekalian
perhatikan dengan jelas kalimat yangsaya cetak tebal sebagai nukilan yang tidak ditampilkan oleh orang yang ingin mengambil keuntungan dari tulisan Ibnu Taimiyah.
Kalau kita perhatikan huruf lam yang menyertai lafaz Husni adalah lam ta’lil, jadi pahala itu didapat karena tujuan (Qasad) dan pengagungannya saja, karena inilah illatnya. Ini jelas, karena tujuan baik dan pengagungan merupakan subtansi Ibadah yang manusia akan diberi pahala jika melakukannya.
Kemudian Syaikhul Islam menegaskan Bahwa itu berlaku untuk orang tertentu, tidak untuk orang Mukmin yang musaddad yang tentunya mereka mengetahui dalil-dalil syariat.
Oleh karena itu, Ibnu Taimiyah juga membawakan Riwayat tentang orang yang bertanya kepada Imam Ahmad tentang penguasa muslim yang berlebihan dengan menginfaqkan harta sebesar 1000 dinar hanya untuk menghias qur’an.
Ini jelas perbuatan yang buruk, namun Imam Ahmad menilai Qasadnya baik dan itulah amalan terbaik dengan emas yang bisa ia lakukan, karena kalau dilarang, niscaya ia akan mengalihkan kepada amalan yang buruk secara Mutlak.
Dalam kitab yang sama halaman 732 ibnu Taimiyah Juga Mengatakan :
“Barangsiapa memiliki niat yang soleh, maka ia akan diberi pahala, sekalipun perbuatan yang dilakukannya tidak syar’i, jika ia tidak sengaja menyalahi Syariat”.
Dalam halaman 619 disebutkan
ูุฏ ูุซูุจูู ุนูู ูุฐู ุงูู ุญุจุฉ ูุงูุงุฌุชูุงุฏ ูุง ุนูู ุงูุจุฏุน
“Terkadang mereka diberi pahala karena kecintaan dan ijtihadnya bukan atas bid’ahnya”
Dalam halaman yang sama Ibnu Taimiyah kembali menegaskan
ูุฃูุซุฑ ูุคูุงุก ุงูุฐูู ุชุฌุฏูู ุญุฑَّุงุตุงً ุนูู ุฃู ุซุงู ูุฐู ุงูุจุฏุน-ู ุน ู ุง ููู ูููุง ู ู ุญُุณู ุงููุตุฏ ูุงูุงุฌุชูุงุฏ ุงูุฐู ูุฑุฌู ููู ุจูู ุง ุงูู ุซูุจุฉ – ุชุฌุฏูู ูุงุชุฑูู ูู ุฃู ุฑ ุงูุฑุณูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุนู ุง ุฃُู ุฑูุง ุจุงููุดุงุท ููู ، ูุฅูู ุง ูู ุจู ูุฒูุฉ ู ู ูุฒุฎุฑู ุงูู ุณุฌุฏ ููุง ูุตูู ููู ،ุฃู ูุตูู ููู ููููุงً ،ูุจู ูุฒูุฉ ู ู ูุชุฎุฐ ุงูู ุณุงุจูุญ ูุงูุณุฌุงุฏุงุช ุงูู ุฒุฎุฑูุฉ، ูุฃู ุซุงู ูุฐู ุงูุฒุฎุงุฑู ุงูุธุงูุฑุฉ ุงูุชู ูู ุชُุดุฑุน ،ููุตุญุจูุง ู ู ุงูุฑูุงุก ูุงِููุจْุฑ ،ูุงูุงุดุชุบุงู ุนู ุงูู ุดุฑูุน ู ุง ููุณุฏ ุญุงู ุตุงุญุจูุง
“Adapun kebanyakan orang yang gigih dalam melakukan kegiatan bid’ah peringatan Maulid Nabi itu – yang mungkin mereka mempunyai tujuan dan ijtihad yang baik untuk mendapatkan pahala – bukanlah orang-orang yang mematuhi perintah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan semangat. Mereka adalah seperti kedudukan orang-orang yang memperindah masjid, tetapi tidak shalat di dalamnya, atau hanya melaksanakan shalat malam di dalamnya dengan minim, atau menjadikan tasbih dan sajadah hanya sebagai hiasan yang tidak disyari’atkan.Tujuannya adalah untuk riya’ dan kesombongan serta sibuk dengan syari’at-syari’at yang dapat merusak keadaan pelakunya”.
Jadi jelas Pahala yang didapat adalah pahala Ijtihad dan pahala cinta, bukan pahala melakukan maulid yang merupakan bid’ah
Adapun Merayakan Maulid, sebenarnya telah divonis bid’ah yang buruk Oleh Ibnu Taimiyah dalam Kitab yang sama Halaman 619
ูู ูุณูู ، ูุงููู ูุฏ ูุซูุจูู ุนูู ูุฐู ุงูู ุญุจุฉ ูุงูุงุฌุชูุงุฏ ูุง ุนูู ุงูุจุฏุน – ู ู ุงุชุฎุงุฐ ู ููุฏ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุนูุฏุงً ู ุน ุงุฎุชูุงู ุงููุงุณ ูู ู ููุฏู ، ูุฅู ูุฐุง ูู ููุนูู ุงูุณูู ู ุน ููุงู ุงูู ูุชุถู ูู ، ูุนุฏู ุงูู ุงูุน ููู ูู ูุงู ุฎูุฑุงً ، ููู ูุงู ุฎูุฑุงً ู ุญุถุงً ุฃู ุฑุงุฌุญุงً ููุงู ุงูุณูู – ุฑุถู ุงููู ุนููู - ุฃุญู ุจู ู ูุง ،ูุฅููู ูุงููุง ุฃุดุฏ ู ุญุจุฉ ูุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุชุนุธูู ุงً ูู ู ูุง ،ููู ุนูู ุงูุฎูุฑ ุฃุญุฑุต،ูุฅูู ุง ูู ุงู ู ุญุจุชู ูุชุนุธูู ู ูู ู ุชุงุจุนุชู،ูุทุงุนุชู ูุงุชุจุงุน ุฃู ุฑู، ูุฅุญูุงุก ุณูุชู ุจุงุทูุงً ูุธุงูุฑุงً ، ููุดุฑ ู ุง ุจุนุซ ุจู ، ูุงูุฌูุงุฏ ุนูู ุฐูู ุจุงูููุจ ูุงููุฏ ูุงููุณุงู ، ูุฅู ูุฐู ุทุฑููุฉ ุงูุณุงุจููู ุงูุฃูููู ู ู ุงูู ูุงุฌุฑูู ูุงูุฃูุตุงุฑ،ูุงูุฐูู ุงุชุจุนููู ุจุฅุญุณุงู،ูุฃูุซุฑ ูุคูุงุก ุงูุฐูู ุชุฌุฏูู ุญุฑَّุงุตุงً ุนูู ุฃู ุซุงู ูุฐู ุงูุจุฏุน-ู ุน ู ุง ููู ูููุง ู ู ุญُุณู ุงููุตุฏ ูุงูุงุฌุชูุงุฏ ุงูุฐู ูุฑุฌู ููู ุจูู ุง ุงูู ุซูุจุฉ – ุชุฌุฏูู ูุงุชุฑูู ูู ุฃู ุฑ ุงูุฑุณูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุนู ุง ุฃُู ุฑูุง ุจุงููุดุงุท ููู ، ูุฅูู ุง ูู ุจู ูุฒูุฉ ู ู ูุฒุฎุฑู ุงูู ุณุฌุฏ ููุง ูุตูู ููู ،ุฃู ูุตูู ููู ููููุงً ،ูุจู ูุฒูุฉ ู ู ูุชุฎุฐ ุงูู ุณุงุจูุญ ูุงูุณุฌุงุฏุงุช ุงูู ุฒุฎุฑูุฉ، ูุฃู ุซุงู ูุฐู ุงูุฒุฎุงุฑู ุงูุธุงูุฑุฉ ุงูุชู ูู ุชُุดุฑุน ،ููุตุญุจูุง ู ู ุงูุฑูุงุก ูุงِููุจْุฑ ،ูุงูุงุดุชุบุงู ุนู ุงูู ุดุฑูุน ู ุง ููุณุฏ ุญุงู ุตุงุญุจูุง
“Begitu pula yang diadakan oleh sebagian manusia, baik yang tujuannya untuk menghormati orang-orang Nashrani atas kelahiran ‘Isa ataupun karena mencintai Nabi. Kecintaan dan ijtihad mereka dalam hal ini tentu akan mendapatkan pahala di sisi Allah, tetapi bukan atas bid’ah – seperti menjadikan kelahiran Nabi sebagai hari raya tertentu – padahal manusia telah berbeda pendapat tentang tanggal kelahiran beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Perayaan seperti ini belum pernah dilakukan oleh para salaf, meski ada tuntutan untuk melakukannya dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya.Seandainya perayaan itu baik atau membawa faedah, tentu para salaf lebih dulu melakukannya daripada kita karena mereka adalah orang-orang yang jauh lebih cinta kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan lebih mengagungkannya.Mereka lebih tamak kepada kebaikan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kesempurnaan cinta dan pengagungan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan cara mengikutinya, mentaatinya, menjalankan perintahnya, menghidupkan sunnahnya – baik secara lahir maupun batin – menyebarkan apa yang diwahyukan kepadanya, dan berjihad di dalamnya dengan hati, kekuatan, tangan, dan lisan. Itulah cara yang digunakan oleh para salaf, baik dari golongan Muhajirin, Anshar maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dalam mencintai dan mengagungkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Adapun kebanyakan orang yang gigih dalam melakukan kegiatan bid’ah peringatan Maulid Nabi itu – yang mungkin mereka mempunyai tujuan dan ijtihad yang baik untuk mendapatkan pahala – bukanlah orang-orang yang mematuhi perintah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan semangat. Mereka adalah seperti kedudukan orang-orang yang memperindah masjid, tetapi tidak shalat di dalamnya, atau hanya melaksanakan shalat malam di dalamnya dengan minim, atau menjadikan tasbih dan sajadah hanya sebagai hiasan yang tidak disyari’atkan. Tujuannya adalah untuk riya’ dan kesombongan serta sibuk dengan syari’at-syari’at yang dapat merusak keadaan pelakunya”
Mari Saya perjelas
ูุฅู ูุฐุง ูู ููุนูู ุงูุณูู ู ุน ููุงู ุงูู ูุชุถู ูู ، ูุนุฏู ุงูู ุงูุน ููู ูู ูุงู ุฎูุฑุงً ، ููู ูุงู ุฎูุฑุงً ู ุญุถุงً ุฃู ุฑุงุฌุญุงً ููุงู ุงูุณูู - ุฑุถู ุงููู ุนููู - ุฃุญู ุจู ู ูุง ،ูุฅููู ูุงููุง ุฃุดุฏ ู ุญุจุฉ ูุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุชุนุธูู ุงً ูู ู ูุง ،ููู ุนูู ุงูุฎูุฑ ุฃุญุฑุต
Coba anda perhatikan, lafadz ุฎูุฑุง merupakan khobar ูุงู sedangkan isimnya Mustatir (disembunyikan), namun sangat jelas sekali bahwa isim ูุงู dalam hal ini adalah ูู yang kembali kepada ูุฐุง yang dimaksud adalah Maulid.
Jadi mafhum dari lafadz ูู ูุงู ุฎูุฑุง adalah buruknya perayaan Maulid, maka tidak dilakukan oleh Salafussholeh padahal kalau itu baik, maka niscaya mereka adalah yang paling dahulu melakukannya.
Kalau masih tidak percaya, mari kita menukil pendapat Ibnu Taimiyah yang lebih tegas
ู ุซุงู ู ุนุดุฑ ุฐู ุงูุญุฌุฉ ، ุฃู ุฃูู ุฌู ุนุฉ ู ู ุฑุฌุจ ، ุฃู ุซุงู ู ุดูุงู ุงูุฐู ูุณู ูู ุงูุฌูุงู ุนูุฏ ุงูุฃุจุฑุงุฑ ، ูุฅููุง ู ู ุงูุจุฏุน ุงูุชู ูู ูุณุชุญุจูุง ุงูุณูู ، ููู ููุนูููุง ، ูุงููู ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู ุฃุนูู
“Adapun menjadikan upacara peribadahan selain yang disyari’atkan, seperti sebagian malam Rabi’ul-Awwal yang sering disebut Maulid (Nabi), atau sebagian malam Rajab, atau tanggal 18 Dzulhijjah , atau Jum’at pertama bulan Rajab, atau hari ke-8 bulan Syawwal yang dinamakan oleh orang-orang bodoh dengan ‘Iedul-Abraar; semuanya termasuk bid’ah yang tidak disunnahkan salaf dan tidak mereka kerjakan. Wallaahu subhaanahu wa ta’ala a’lam” [Majmu’ Al-Fataawaa, 25/298].
SEmoga Bermanfaat
Saudaramu : Dobdob
http://syaikhulislam.wordpress.com/2...g-maulid-nabi/
Jumat, 10 November 2017
PANAS MENDENGAR KATA BID'AH LALU MARAH, KARENA MERASA TIDAK SALAH
๐ PANAS MENDENGAR KATA BID'AH LALU MARAH, KARENA MERASA TIDAK SALAH
• “Dikit-dikit bid’ah..!”
• “Itu bid’ah, ini Bid’ah..!”
• “Lha itu baik kok ndak boleh..!”
• “Tak apalah, yang penting baik..”
Itulah diantara awal panasnya telinga seseorang, ketika mendengar kata bid’ah. Seakan orang yang berkata tentang bid’ah sedang mempersalahkan dan menghujatnya..
Ketahuilah wahai saudaraku diantara nikmat dan kesempurnaan iman seseorang adalah dia mencintai dan menginginkan kebaikan bagi saudaranya, sebagaimana dia menginginkan kebaikan bagi dirinya..
ูุงَ ُูุคْู ُِู ุฃَุญَุฏُُูู ْ ุญَุชَّู ُูุญِุจَّ ูุฃَุฎِِْูู ู َุง ُูุญِุจُّ َِْูููุณِِู
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” (HR. Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al Iman, Bab Min Al Iman An Yuhibba Liakhihi Ma Yuhibbu Linafsihi 13)
Mungkin saudaramu sedang menasehatimu karena sebab dia mencintaimu dan dia berharap kebaikan padamu sebagaimana dia telah merasakan kebaikan yang telah Allah berikan pada dirinya..
Mungkin engkau marah karena engkau belum tahu.. Atau mungkin belum sampai padamu sunnah (hadits) Nabi shalallahu alaihi wasallam..
Maka bersabarlah wahai saudaraku..
Dan janganlah langsung engkau marah seketika..
Pahamilah terlebih dahulu..
Mungkin tatkala engkau telah mendengarnya engkau baru akan mengerti dan memahaminya..
๐ค Imam Abu Muhammad al-Hasan bin ‘Ali bin Khalaf al-Barbahari rahimahullah berkata :
“Jauhilah setiap perkara bid’ah sekecil apapun, karena bid’ah yang kecil lambat laun akan menjadi besar. Demikian pula kebid’ahan yang terjadi pada ummat ini berasal dari perkara kecil dan remeh yang mirip kebenaran sehingga banyak orang terpedaya dan terkecoh, lalu mengikat hati mereka sehingga susah untuk keluar dari jeratannya dan akhirnya mendarah daging lalu diyakini sebagai agama. Tanpa disadari, pelan-pelan mereka menyelisihi jalan lurus dan keluar dari Islam.” (Syarhus Sunnah lil Imaam al-Barbahary 7, tahqiq Khalid bin Qasim ar-Radadi, cet. II/Darus Salaf, tahun 1418 H)
๐ค Sufyan ats-Tsaury rahimahullah mewanti-wanti kepada kita :
ุงَْูุจِุฏْุนَุฉُ ุฃَุญَุจُّ ุฅَِูู ุฅِุจِْْููุณَ ู َِู ุงْูู َุนْุตَِูุฉِ َูุงْูู َุนْุตَِูุฉُ ُูุชَุงุจُ ู َِْููุง َูุงْูุจِุฏْุนَุฉُ ูุงَ ُูุชَุงุจُ ู َِْููุง.
“Perbuatan bid’ah lebih dicintai oleh iblis daripada kemaksiatan. (Karena) pelaku kemaksiatan masih mungkin ia untuk bertaubat dari kemaksiatannya sedangkan pelaku kebid’ahan sulit untuk bertaubat dari kebid’ahannya.” (Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 238)
Seperti itulah yang dahulu dialami..
Bersikeras menolak, seakan kebenaran sudah ada bersama diri..z
Beberapa nasihat seakan hanya melewati telinga ini..
Kami pun memusuhi sesuatu yang tidak kami ketahui..
Kami jauhi dan tak mau peduli..
Tapi kini begitu indah kami nikmati..
Hidup tentram, tenang bersama tuntunan sunnah Nabi..
Duhai diri yang belum mengetahui indahnya sunnah nabi..
Janganlah engkau menghina dan memusuhi orang yang berusaha menjalankan kebaikan ini..
Apalagi engkau lempar tuduhan wahabi pada orang-orang yang menjalankan sunnah Nabi..
Lalu dengan mudah engkau bubarkan orang-orang yang sedang mengaji..
Tapi justru engkau mengaku paling bertoleransi..
๐ค Imam Asy Syathibi rahimahullahu Ta’ala berkata.....
Lanjutan ➡️ shahihfiqih.com/tazkiyatun-nafz/panas-mendengar-kata-bidah-lalu-marah-karena-merasa-tidak-salah/
___________________
๐ Penyusun | Abdullah bin Suyitno (ุนุจุฏุงููู ุจู ุตูุชู)
๐ Disusun 21 Shafar 1439 H / 10 November 2017
๐ Web | shahihfiqih.com
๐ Telegram : @shahihfiqih - bit.ly/1S3K8sW
๐ฑ Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih
๐บ Twitter : twitter.com/shahihfiqih
๐ป Facebook : facebook.com/shahihfiqih
• “Dikit-dikit bid’ah..!”
• “Itu bid’ah, ini Bid’ah..!”
• “Lha itu baik kok ndak boleh..!”
• “Tak apalah, yang penting baik..”
Itulah diantara awal panasnya telinga seseorang, ketika mendengar kata bid’ah. Seakan orang yang berkata tentang bid’ah sedang mempersalahkan dan menghujatnya..
Ketahuilah wahai saudaraku diantara nikmat dan kesempurnaan iman seseorang adalah dia mencintai dan menginginkan kebaikan bagi saudaranya, sebagaimana dia menginginkan kebaikan bagi dirinya..
ูุงَ ُูุคْู ُِู ุฃَุญَุฏُُูู ْ ุญَุชَّู ُูุญِุจَّ ูุฃَุฎِِْูู ู َุง ُูุญِุจُّ َِْูููุณِِู
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” (HR. Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al Iman, Bab Min Al Iman An Yuhibba Liakhihi Ma Yuhibbu Linafsihi 13)
Mungkin saudaramu sedang menasehatimu karena sebab dia mencintaimu dan dia berharap kebaikan padamu sebagaimana dia telah merasakan kebaikan yang telah Allah berikan pada dirinya..
Mungkin engkau marah karena engkau belum tahu.. Atau mungkin belum sampai padamu sunnah (hadits) Nabi shalallahu alaihi wasallam..
Maka bersabarlah wahai saudaraku..
Dan janganlah langsung engkau marah seketika..
Pahamilah terlebih dahulu..
Mungkin tatkala engkau telah mendengarnya engkau baru akan mengerti dan memahaminya..
๐ค Imam Abu Muhammad al-Hasan bin ‘Ali bin Khalaf al-Barbahari rahimahullah berkata :
“Jauhilah setiap perkara bid’ah sekecil apapun, karena bid’ah yang kecil lambat laun akan menjadi besar. Demikian pula kebid’ahan yang terjadi pada ummat ini berasal dari perkara kecil dan remeh yang mirip kebenaran sehingga banyak orang terpedaya dan terkecoh, lalu mengikat hati mereka sehingga susah untuk keluar dari jeratannya dan akhirnya mendarah daging lalu diyakini sebagai agama. Tanpa disadari, pelan-pelan mereka menyelisihi jalan lurus dan keluar dari Islam.” (Syarhus Sunnah lil Imaam al-Barbahary 7, tahqiq Khalid bin Qasim ar-Radadi, cet. II/Darus Salaf, tahun 1418 H)
๐ค Sufyan ats-Tsaury rahimahullah mewanti-wanti kepada kita :
ุงَْูุจِุฏْุนَุฉُ ุฃَุญَุจُّ ุฅَِูู ุฅِุจِْْููุณَ ู َِู ุงْูู َุนْุตَِูุฉِ َูุงْูู َุนْุตَِูุฉُ ُูุชَุงุจُ ู َِْููุง َูุงْูุจِุฏْุนَุฉُ ูุงَ ُูุชَุงุจُ ู َِْููุง.
“Perbuatan bid’ah lebih dicintai oleh iblis daripada kemaksiatan. (Karena) pelaku kemaksiatan masih mungkin ia untuk bertaubat dari kemaksiatannya sedangkan pelaku kebid’ahan sulit untuk bertaubat dari kebid’ahannya.” (Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 238)
Seperti itulah yang dahulu dialami..
Bersikeras menolak, seakan kebenaran sudah ada bersama diri..z
Beberapa nasihat seakan hanya melewati telinga ini..
Kami pun memusuhi sesuatu yang tidak kami ketahui..
Kami jauhi dan tak mau peduli..
Tapi kini begitu indah kami nikmati..
Hidup tentram, tenang bersama tuntunan sunnah Nabi..
Duhai diri yang belum mengetahui indahnya sunnah nabi..
Janganlah engkau menghina dan memusuhi orang yang berusaha menjalankan kebaikan ini..
Apalagi engkau lempar tuduhan wahabi pada orang-orang yang menjalankan sunnah Nabi..
Lalu dengan mudah engkau bubarkan orang-orang yang sedang mengaji..
Tapi justru engkau mengaku paling bertoleransi..
๐ค Imam Asy Syathibi rahimahullahu Ta’ala berkata.....
Lanjutan ➡️ shahihfiqih.com/tazkiyatun-nafz/panas-mendengar-kata-bidah-lalu-marah-karena-merasa-tidak-salah/
___________________
๐ Penyusun | Abdullah bin Suyitno (ุนุจุฏุงููู ุจู ุตูุชู)
๐ Disusun 21 Shafar 1439 H / 10 November 2017
๐ Web | shahihfiqih.com
๐ Telegram : @shahihfiqih - bit.ly/1S3K8sW
๐ฑ Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih
๐บ Twitter : twitter.com/shahihfiqih
๐ป Facebook : facebook.com/shahihfiqih
Langganan:
Komentar (Atom)