BOLEHKAH TAUHID DAN BID'AH DIBAGI-DIBAGI ?
___________🌻🌻🌻🌻🌻_____________
Sekelompok muslim membagi bid'ah menjadi 2 yaitu bid'ah dholalah dan bid'ah hasanah, dan bahkan dibagi 4 yaitu bid'ah wajib, bid'ah sunnah,bid'ah makruh dan bid'ah haram dengan alasan bahwa itu adalah pendapat ulama.
Saat disampaikan padanya tentang tauhid dibagi 3 yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyyah dan tauhid asma wasifat juga dengan alasan pendapat ulama,mereka malah bertanya "#Apakah #Nabi #pernah #mengajarkan #bolehnya #tauhid #dibagi-bagi ?".
Padahal kalau kita mau adil maka sama saja kalau kita bertanya "Apakah Nabi pernah mengajarkan bolehnya bid'ah dibagi-bagi?.
Tentu jawabannya sama yaitu "tidak ada dalil dari Nabi bahwa tauhid dibagi 3 atau bid'ah dibagi 2".Karena keduanya berada pada posisi "Pendapat Ulama".
Ulama adalah jembatan ilmu yang bisa membantu kita untuk memahami agama yaitu ajaran Allah dan Rasul-Nya.
Kita tidak mungkin bisa memahami Al Quran dan As Sunnah kalau tidak melalui pemahaman dan penjabaran ilmu dari para ulama.
Allah dan Rasul telah memerintahkan kita bertauhid atau mengesakan Allah.
Nah,bagaimana wujud tauhid/mengesakan Allah dalam kehidupan sehari-hari maka fungsi ulamalah untuk menjabarkannya, yang memberi petunjuk kepada kita untuk mudah memahami keesaan Allah.
Bukankah Rasulullah telah bersabda
"Barangsiapa yang memberi petunjuk kepada kebaikan, maka baginya pahala orang yang mengikuti petunjuknya tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun" (HR. Muslim).
Atas dasar ini, sehingga ulama berpeluang melakukan penjabaran ilmu sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengikuti kebaikan yaitu bertauhid kepada Allah.
👉 Inti dari tauhid adalah mengesakan Allah sebagai Dzat yang berkuasa mencipta, yang berhak diibadahi dan yang memiliki sifat/nama yang agung.
Yang salah, bila pembagian tauhid menyimpang dari ajaran tauhid seperti
✔ membagi tuhan menjadi 3 oknum,
✔membagi cara beribadah yang mengandung kesyirikan.
Begitupun halnya bisa dibagi 2 guna membantu orang untuk memahami kesesatan bid'ah,
seperti bid'ah akidah dan bid'ah amalan,
tetapi bila pembagian justru membenarkan kesesatan bid'ah maka pembagian yang seperti ini tidak boleh karena Rasulullah telah menyatakan
"Setiap bid'ah adalah sesat",yang artinya tidak ada bid'ah yang baik menurut hadis Rasulullah.
Andaikan ada bid'ah yang baik tentu Rasulullah mengatakan
"#Sebagian #bid'ah #adalah #sesat".
Jadi selama tidak merubah makna tauhid dan kesesatan bid'ah, maka ulama bisa menjabarkan ilmu dengan membagi tauhid dan bid'ah.
Barakallahfik
(Ditulis oleh : Abdullah)